Karhutla Kalimantan Tembus 54.564 Hektare
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih melanda sejumlah wilayah prioritas di Indonesia. Di tiga provinsi Kalimantan, luas lahan terbakar mencapai 54.564 hektare (ha), yakni Kalimantan Barat 38.310 ha, Kalimantan Tengah 7.634 ha, dan Kalimantan Selatan 8.620 ha.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, penanganan Karhutla terus diperkuat melalui operasi darat dan udara. "Enam provinsi menjadi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan," kata dia dalam keterangan resmi, Minggu (23/8/2026).
Di Kalimantan Barat, menurut Berton Panjaitan, kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak asap berada pada kategori tidak sehat. Jarak pandang di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Ketapang bahkan berada di bawah 1 km.
Baca Juga
Polri Tak Pandang Bulu, Perusahaan Tbk yang Terlibat Karhutla Bakal Ditindak Tegas
Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat luas lahan terbakar 8.620 ha. Kondisi di wilayah tersebut masih terkendali, meski angin kencang dan keterbatasan sumber air menjadi kendala pemadaman.
Karhutla juga berdampak pada kualitas udara di Sumatera Selatan. Luas lahan terbakar di provinsi tersebut mencapai 1.926 ha dengan kualitas udara berkisar sedang hingga tidak sehat.
Untuk melindungi masyarakat, BNPB mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar atau membakar sampah.
Baca Juga
"Fokus kami bukan hanya untuk memadamkan api yang sudah muncul, tetapi mencegah perluasan kebakaran, melindungi masyarakat dari dampak asap. BNPB juga terus memastikan setiap titik panas yang terdeteksi akan diverifikasi dan ditangani,” papar Berton.
Menyoal penegakan hukum, Berton Panjaitan menegaskan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran pun terus berjalan. "Di Kalimantan Barat, pengawasan mencakup kepatuhan korporasi, penyegelan lahan terbakar, sanksi administratif, hingga evaluasi dan ancaman pencabutan izin usaha," tutur dia.
Berton menambahkan, operasi penanganan Karhutla akan terus dilakukan secara terpadu. Pemerintah mengandalkan kombinasi satgas darat, patroli udara, water bombing (menjatuhkan air pada titik panas di area yang terbakar), dan operasi modifikasi cuaca.

