Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, 161.084 Warga Masih Mengungsi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 91 orang hingga Minggu (23/8/2026). Sebanyak 1.286 orang mengalami luka-luka dan 161.084 warga masih berada di pengungsian.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menyebutkan, jumlah korban meninggal bertambah empat orang dibandingkan hari sebelumnya. Data tersebut tercatat hingga pukul 18.16 WIB dan tersebar di tujuh kabupaten terdampak.
"Jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa, atau bertambah empat jiwa dari hari sebelumnya. Korban terbanyak berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 32 orang dan Manggarai Timur 31 orang," kata Berton dalam konferensi pers virtual di kanal YouTube BNPB, Minggu (23/8/2026).
Baca Juga
Istana: Prabowo Kunjungi Lokasi Terdampak Gempa NTT dalam Waktu Dekat
Selain itu, menurut Berton Panjaitan, korban meninggal tercatat di Nagekeo 14 orang, Sikka enam orang, Ngada lima orang, Ende dua orang, dan Manggarai Barat satu orang. Dari total korban, 39 merupakan lansia, 12 anak dan remaja, serta lima korban berusia di bawah lima tahun.
Sementara itu, jumlah korban luka mencapai 1.286 orang. Manggarai Timur mencatat korban luka terbanyak sebanyak 643 orang, disusul Manggarai Barat sebanyak 504 orang.
BNPB juga mencatat 161.084 warga masih mengungsi akibat gempa dan gempa susulan. Jumlah pengungsi terbanyak berada di Manggarai 46.519 orang, Nagekeo 34.256 orang, dan Manggarai Timur 31.372 orang.
Baca Juga
Berton mengatakan, rangkaian gempa susulan masih berlangsung hingga Minggu. Tercatat 5.688 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1, sementara 130 gempa susulan dirasakan warga pada hari yang sama.
"Gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar tiga sampai empat minggu sejak gempa utama," ujar dia.
BNPB meminta masyarakat tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

