Korban Meninggal Gempa NTT Capai 87 Jiwa, BNPB Catat 5.012 Gempa Susulan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Jumlah korban meninggal akibat gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. BNPB mencatat hingga saat ini korban meninggal dunia mencapai 87 jiwa, sementara gempa susulan masih terus terjadi.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, sebanyak 5.012 gempa susulan telah terjadi. Gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2 dan terkecil 1,1, dengan 124 gempa di antaranya dirasakan masyarakat.
“Masih tetap ada bertambah jiwa yang meninggal dari pemberitaan kemarin yang kami laksanakan. Pada hari ini secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa,” kata Berton secara daring, Sabtu (22/8/2026).
Selain korban meninggal, BNPB mencatat 1.298 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 336 orang di antaranya mengalami luka berat, dengan jumlah korban luka terbanyak berada di Manggarai Timur sebanyak 643 jiwa dan Manggarai 285 jiwa.
Baca Juga
Kisah Petugas SPBU Korban Gempa NTT, Tetap Layani Kebutuhan Energi Warga
“Kabupaten Manggarai Timur dengan total 643 jiwa, ini merupakan luka yang terbanyak, kemudian diikuti Kabupaten Manggarai sebanyak 285 jiwa,” ujar Berton. BNPB masih melakukan pemutakhiran data korban dan dampak bencana di wilayah terdampak.
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi juga terus meningkat seiring masih terjadinya gempa susulan. BNPB mencatat jumlah pengungsi kini mencapai 150.576 jiwa, naik dari sekitar 139.000 jiwa sebelumnya.
Tiga daerah dengan jumlah pengungsi terbesar yakni Manggarai sebanyak 41.427 jiwa, Nagekeo 34.256 jiwa, dan Manggarai Timur 31.372 jiwa.
"Dampak gempa susulan masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi masyarakat di wilayah terdampak," jelas Berton.

