Pemerintah Salurkan 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT, Tanggap Darurat Ditarget Selesai 2-3 Minggu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempabumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah timur laut Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) dini hari. Sebagai bentuk perhatian langsung dari Presiden, sebanyak 50.000 paket bantuan sembako dialokasikan untuk memulihkan kebutuhan dasar warga yang terdampak di berbagai wilayah kabupaten.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa pengiriman bantuan logistik kloter pertama sebanyak 4.925 paket sembako telah sampai di lokasi dan mulai didistribusikan. Sebanyak 3.200 paket disalurkan melalui Posko Labuan Bajo untuk wilayah Manggarai Barat sebanyak 550 paket, Manggarai 1.000 paket, Manggarai Timur 550 paket, serta Nagekeo dan Ngada masing-masing 550 paket. Sementara itu, 1.725 paket yang mendarat di Maumere dialokasikan untuk Kabupaten Sikka sebanyak 1.000 paket dan Kabupaten Ende sebanyak 725 paket.
Untuk memenuhi sisa alokasi, pemerintah langsung menerbangkan logistik kloter kedua sebanyak 45.075 paket sembako pada sore harinya sekitar pukul 15.00 WIB. Seluruh bantuan ini disalurkan secara masif guna memastikan beban masyarakat yang terdampak gempa dapat segera teratasi dengan baik di lapangan.
Baca Juga
Update Gempa M 7,7 NTT: 53 Meninggal, 135 Luka-Luka, dan Ratusan Rumah Rusak
"Semua ini tentu saja atensi Bapak Presiden untuk benar-benar bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana," ujar Muhari dalam Konferensi Pers Update Penanganan Gempabumi Mag 7.7 Guncang Provinsi NTT yang digelar secara virtual, Minggu (16/8/2026).
Di sisi lain, tim gabungan dari Pemerintah Pusat lintas kementerian dan lembaga menargetkan fase tanggap darurat bencana ini dapat diselesaikan dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu ke depan. Langkah percepatan ini diambil agar penanganan bencana tidak berlarut-larut sehingga wilayah terdampak bisa segera memasuki fase transisi darurat.
Baca Juga
Gempa M7,7 NTT, Cak Imin Pastikan Pemerintah Tangani Korban hingga Pemulihan
Kendati demikian, durasi target tersebut tetap bersifat dinamis dan menyesuaikan dengan hasil pemantauan langsung jajaran menko serta para menteri yang tengah meninjau kondisi di lapangan.
"Tentu saja ini bisa berubah sekiranya ada hal-hal atensi menonjol yang kita temukan dari hasil pemantauan langsung Bapak Menko (PMK) dan para menteri yang saat ini sedang turun masuk di kabupaten/kota yang terdampak," tutur Muhari.

