Gerak Cepat, Prabowo Kirim 50.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa NTT
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah bergerak cepat merespons bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang menguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.
Dalam konferensi pers virtual mengenai pembaruan situasi dan penanganan pasca-gempa pada Sabtu (15/8/2026), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan sejumlah langkah strategis terkait pendorongan logistik dasar dan pengarahan alutsista ke wilayah terdampak.
Baca Juga
Menurut Suharyanto, Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menjadwalkan pengiriman 50.000 paket sembako untuk warga terdampak gempa NTT. Seluruh bantuan logistik awal yang dikirim dalam satu atau dua hari ini diprioritaskan untuk segera sampai ke tangan warga terdampak guna memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi di masa tanggap darurat.
Untuk mendukung percepatan evakuasi serta penyaluran bantuan, sejumlah armada udara telah disiagakan. BNPB menyiapkan dua unit helikopter dan satu pesawat fixed-wing, didukung oleh ketersediaan pesawat dari Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, hingga Basarnas.
Meski demikian, jumlah pasti armada yang diturunkan masih menunggu hasil asesmen langsung di lapangan. Penilaian rincian kebutuhan akan segera diinformasikan setelah tim tiba di lokasi untuk mengumpulkan data riil kondisi pascabencana.
"Berapa jumlahnya, berapa unit yang harus dikerahkan, tentu saja ini nanti setelah kami datang di lapangan melihat situasi yang sebenarnya, kemudian melaksanakan asesmen, melaksanakan pengumpulan keterangan, baru kita bisa menginformasikan secara jelas dan rinci kepada masyarakat, kepada rekan-rekan media, berapa kira-kira alutsista yang dibutuhkan," ujar Suharyanto.
Baca Juga
Gempa M 7,7 Guncang Flores, 986 Wisatawan Pulau Padar Dipulangkan
Terkait pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti makanan, air bersih, tenda shelter, dan genset, BNPB mengakui pasokan awal di lapangan masih terus ditambah. Sebagai langkah cepat untuk satu hingga dua hari ke depan, Kementerian Sosial bersama BNPB memanfaatkan pasokan dari kabupaten sekitar yang tidak terdampak atau mengalami kerusakan ringan.
Salah satu upaya penanganan darurat dilakukan dengan menggeser cadangan bantuan di gudang Flores Timur, yang sebelumnya disiapkan untuk penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, ke lokasi gempa bumi.

