Prabowo Rombak Pendidikan: Sekolah Rakyat hingga SMA Garuda
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto mempercepat transformasi pendidikan melalui sejumlah jalur sekaligus, mulai dari renovasi besar-besaran sekolah, digitalisasi ruang kelas, pembangunan Sekolah Rakyat bagi anak dari keluarga tidak mampu, pengembangan SMA Unggul Garuda dan SMA Taruna Nusantara, hingga peningkatan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di universitas terbaik dunia.
Prabowo menempatkan pendidikan sebagai kelanjutan langsung dari pembangunan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Presiden, menyediakan makanan bergizi saja tidak cukup untuk membangun generasi unggul apabila anak-anak tidak memperoleh pendidikan yang berkualitas dan kesempatan belajar yang setara.
“Memberi makanan bergizi saja kita sadar tidak cukup. Anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik,” kata Prabowo dalam pidato di hadapan anggota MPR RI pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/08/2026).
Karena itu, pemerintah menjalankan kebijakan pendidikan dari dua arah. Pada satu sisi, negara melakukan intervensi terhadap anak-anak dari keluarga paling miskin agar kemiskinan orang tua tidak diwariskan kepada generasi berikutnya. Pada sisi lain, pemerintah menyiapkan jalur pendidikan berstandar internasional bagi anak-anak dengan kemampuan akademik tinggi agar dapat bersaing dengan talenta terbaik dunia.
71.744 Sekolah Diperbaiki
Salah satu agenda terbesar adalah renovasi fasilitas pendidikan. Prabowo mengatakan pemerintah telah memperbaiki lebih dari 71.744 sekolah hingga 2026. Menurut Presiden, skala perbaikan tersebut merupakan salah satu program renovasi sekolah terbesar yang pernah dijalankan pemerintah. Tahun sebelumnya sekitar 17.000 sekolah telah diperbaiki, sedangkan pada 2026 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 71.000 sekolah.
Pemerintah tidak berhenti pada angka tersebut. Prabowo menargetkan renovasi 100.000 sekolah pada 2027 dan 100.000 sekolah lagi pada 2028. Dengan percepatan itu, pemerintah menargetkan pada 2029 seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK hingga sekolah di lingkungan pesantren, dapat selesai direnovasi.
Baca Juga
Perbaikan sekolah, menurut Presiden, tidak boleh hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa maupun kota besar. Pemerintah menyasar hingga wilayah paling luar dan terpencil Indonesia.
Prabowo mencontohkan sekolah di Pulau Miangas, salah satu pulau paling utara Indonesia, yang telah diperbaiki. Pemerintah juga akan memperbaiki fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. Program serupa diarahkan ke Sabang di wilayah paling barat, Merauke, serta berbagai wilayah lainnya.
Pemerintah bahkan membentuk satuan tugas khusus untuk menangani pulau-pulau terluar dan terpencil. Pesannya adalah kualitas infrastruktur pendidikan tidak boleh ditentukan oleh seberapa dekat sebuah sekolah dengan Jakarta atau ibu kota provinsi.
Empat Layar Pintar untuk Setiap Sekolah
Transformasi berikutnya dilakukan melalui digitalisasi ruang kelas. Pemerintah membagikan interactive flat panel (IFP) atau layar pintar interaktif kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Menurut Prabowo, pada 2025 pemerintah telah membagikan satu layar untuk setiap sekolah. Hingga 31 Desember 2026, pemerintah menargetkan menambah tiga layar lagi pada setiap sekolah. Dengan demikian, setiap sekolah nantinya mempunyai setidaknya empat ruang kelas yang dilengkapi layar pintar interaktif.
Perangkat tersebut dirancang bukan hanya menggantikan papan tulis konvensional, tetapi menjadi pintu masuk terhadap sumber belajar digital. Guru dan murid dapat mengakses kurikulum serta konten pembelajaran dari dalam maupun luar negeri.
Baca Juga
Prabowo: Kemerdekaan Belum Selesai karena Bendera Merah Putih Telah Berkibar
Materi dapat diputar kembali sehingga siswa mempunyai kesempatan mengulang pelajaran yang belum dipahami. Pemerintah juga merencanakan pembangunan studio pembelajaran terpusat yang menghadirkan guru-guru terbaik untuk memberikan pembelajaran jarak jauh yang dapat diakses ribuan sekolah.
Dengan sistem tersebut, seorang siswa di daerah terpencil secara teoritis dapat memperoleh akses terhadap materi dan pengajar yang sama dengan siswa di kota besar. Digitalisasi itu menjadi salah satu cara pemerintah mengurangi ketimpangan kualitas pengajar dan materi pembelajaran antarwilayah.
Bahasa Asing Dimulai sejak SD
Prabowo juga menekankan pentingnya kemampuan bahasa asing dalam mempersiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi ekonomi global. Presiden ingin pembelajaran bahasa asing mulai diperkenalkan sejak kelas I sekolah dasar, ketika kemampuan anak menyerap bahasa dinilai masih sangat tinggi.
Bahasa yang disebut Prabowo meliputi Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, Prancis hingga Rusia. Menurut Presiden, penguasaan bahasa asing semakin penting karena banyak negara saat ini menghadapi kekurangan tenaga kerja. Jepang, Korea, berbagai negara Eropa dan negara maju lainnya membutuhkan pekerja di sektor kesehatan, pariwisata, transportasi dan pelayanan.
Indonesia mempunyai potensi memasok tenaga kerja karena pekerja Indonesia, menurut Prabowo, dikenal ramah, ulet dan sopan. Namun, kompetensi bahasa menjadi syarat penting agar mereka mampu bersaing.
“Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih. Mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak mana pun,” kata Prabowo.
Presiden secara khusus menyebut kebutuhan perawat, caregiver, operator dan berbagai profesi lain di luar negeri. Dengan keterampilan profesional dan kemampuan bahasa, pekerja Indonesia berpeluang memperoleh pendapatan lebih tinggi sekaligus mengirimkan devisa kepada keluarga di dalam negeri.
Sekolah Rakyat untuk Memutus Rantai Kemiskinan
Pada kelompok masyarakat paling bawah, pemerintah mengembangkan Sekolah Rakyat, yakni sekolah berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu.
Sekolah tersebut dilengkapi ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, tenaga pengajar serta lingkungan belajar yang aman.
Prabowo mengatakan tujuan utamanya adalah memutus lingkaran kemiskinan antar-generasi. Anak tidak boleh otomatis menjadi miskin hanya karena orang tuanya hidup dalam kemiskinan.
“Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai Pasal 34 Undang-Undang Dasar negara kita, negara harus intervensi,” katanya.
Menurut Prabowo, sebanyak 182 Sekolah Rakyat rintisan telah dibuka. Pemerintah menargetkan pada akhirnya setiap kabupaten/kota mempunyai Sekolah Rakyat.
Program tersebut menjadi bentuk intervensi negara yang lebih dalam dibandingkan bantuan biaya pendidikan biasa. Negara menyediakan bukan hanya sekolah, tetapi juga tempat tinggal, makanan dan lingkungan belajar sehingga hambatan ekonomi keluarga dapat ditekan.
Rizki: Dari Jual Ikan hingga Kembali Sekolah
Untuk menggambarkan fungsi Sekolah Rakyat, Prabowo menghadirkan Muhammad Rizki Pratama, siswa berusia 12 tahun.
Rizki sebelumnya harus mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual. Ia sempat putus sekolah dan ketika pertama masuk Sekolah Rakyat belum lancar membaca maupun berhitung.
Setelah mengikuti program tersebut, Rizki kembali memperoleh kesempatan belajar.
“Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak,” ujar Prabowo.
Kisah Rizki menjadi ilustrasi mengenai persoalan yang hendak diselesaikan melalui Sekolah Rakyat. Anak dari keluarga miskin sering bukan kekurangan kemampuan, tetapi kekurangan kesempatan karena harus membantu orang tua mencari penghasilan.
Dengan sekolah berasrama yang seluruh kebutuhan dasarnya dipenuhi, pemerintah ingin menghilangkan pilihan sulit antara sekolah dan bekerja pada usia anak-anak.
Citra Nyaris Putus Sekolah, Kini Juara Karate
Presiden juga memperkenalkan Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.
Ketika kelas IV SD, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah meninggal dunia, sementara ibunya merupakan penyandang disabilitas.
Melalui Sekolah Rakyat, Citra dapat kembali berkonsentrasi pada pendidikan tanpa harus meninggalkan keluarganya menghadapi beban ekonomi seorang diri. Citra kemudian berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten.
Menurut Prabowo, capaian semacam itu membuktikan anak dari keluarga miskin dapat berprestasi apabila negara menyediakan kesempatan, fasilitas dan pembinaan yang tepat.
Presiden juga menyebut siswa Sekolah Rakyat di Makassar telah memperoleh prestasi dalam Olimpiade Nasional Indonesia ke-15 pada bidang Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, Sejarah dan Sosiologi.
Selain itu, Ismi Ulfaidah dari Sekolah Rakyat Polewali Mandar, Sulawesi Barat, disebut berhasil terpilih menjadi Paskibraka Nasional.
“Pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberikan kesempatan, diberikan fasilitas, diberikan bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi,” kata Prabowo.
Empat SMA Unggul Garuda Baru
Pemerintah tidak hanya melakukan intervensi terhadap kelompok paling miskin. Untuk anak-anak dengan bakat dan kemampuan akademik istimewa, Prabowo mengembangkan SMA Unggul Garuda.
Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan empat sekolah baru, masing-masing berada di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan dan Timor Tengah.
Selain membangun sekolah baru, pemerintah menjalankan skema SMA Unggul Garuda Transformasi dengan meningkatkan kualitas sekolah yang telah ada.
Program transformasi tersebut kini menjangkau 42 sekolah di 15 provinsi, terdiri atas 12 sekolah yang masuk program pada 2025 dan tambahan 30 sekolah pada 2026.
Sekolah tersebut diarahkan menggunakan kurikulum berstandar internasional, termasuk International Baccalaureate (IB), sehingga siswa dipersiapkan untuk bersaing masuk universitas terbaik dunia.
Prabowo menempatkan SMA Garuda sebagai jalur pembinaan talenta akademik. Anak-anak Indonesia dengan kemampuan tinggi tidak boleh kehilangan kesempatan hanya karena akses terhadap sekolah berstandar internasional selama ini terbatas pada keluarga yang mampu membayar pendidikan mahal.
Jalur pendidikan unggulan juga dikembangkan melalui SMA Taruna Nusantara. Selain kampus pertama di Magelang, Prabowo mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pertahanan telah mengembangkan lima kampus baru SMA Taruna Nusantara, yakni di Cimahi, Malang, Pagar Alam, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Minahasa.
Sekolah-sekolah tersebut telah mulai menjalankan kegiatan pendidikan. Kepolisian RI juga mengembangkan SMA Taruna Bhayangkara.
Prabowo melihat pengembangan sekolah unggulan oleh TNI maupun Polri sebagai bentuk “kompetisi dalam kebaikan”, yakni persaingan antarlembaga untuk menciptakan fasilitas pendidikan dengan kualitas semakin tinggi.
Beasiswa Garuda
Pada tingkat pendidikan tinggi, pemerintah memperbesar jumlah mahasiswa yang dikirim ke universitas terbaik dunia melalui Beasiswa Garuda. Pada 2025 sebanyak 416 mahasiswa S1 dikirim ke berbagai kampus terbaik di luar negeri. Jumlahnya meningkat menjadi 515 mahasiswa pada 2026.
Program tersebut melengkapi pembangunan SMA Unggul Garuda. Siswa disiapkan sejak sekolah menengah dengan standar internasional, kemudian talenta terbaik memperoleh peluang melanjutkan pendidikan ke kampus unggulan global.
Strategi tersebut diarahkan untuk memperbesar jumlah sumber daya manusia Indonesia yang menguasai sains, teknologi, manajemen dan berbagai kompetensi yang dibutuhkan untuk transformasi ekonomi.
Tantangan berikutnya adalah memastikan para penerima beasiswa mempunyai hubungan kuat dengan kebutuhan pembangunan nasional sehingga pengetahuan, jaringan dan pengalaman yang diperoleh di luar negeri dapat memberikan manfaat bagi Indonesia.
Di samping mengirim mahasiswa ke luar negeri, pemerintah ingin meningkatkan kualitas perguruan tinggi domestik. Prabowo mengatakan tujuh perguruan tinggi negeri Indonesia telah berada dalam kelompok 500 kampus terbaik dunia.
Menurut data peringkat yang disebut Presiden dalam pidatonya, Universitas Indonesia berada pada peringkat 191 dunia. UGM, ITB dan Universitas Airlangga masuk kelompok 300 besar, sedangkan IPB University, Universitas Padjadjaran dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember berada dalam kelompok 500 besar.
Prabowo menilai capaian tersebut belum cukup. “Ini harus lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang,” katanya.
Pemerintah ingin universitas dalam negeri semakin kompetitif sehingga mahasiswa Indonesia tidak selalu harus pergi ke luar negeri untuk memperoleh pendidikan berstandar tinggi.
Dua Jalur, Satu Tujuan
Jika seluruh kebijakan tersebut dilihat sebagai satu rangkaian, strategi pendidikan pemerintah berjalan melalui dua jalur yang berbeda tetapi saling melengkapi.
Jalur pertama adalah pemerataan. Negara merenovasi sekolah, menyediakan layar digital dan membangun Sekolah Rakyat agar kondisi ekonomi keluarga maupun lokasi geografis tidak menjadi penghalang memperoleh pendidikan.
Jalur kedua adalah pengembangan keunggulan. SMA Unggul Garuda, SMA Taruna Nusantara dan Beasiswa Garuda dirancang untuk mengidentifikasi serta mengembangkan talenta terbaik agar mampu bersaing dengan siswa dan mahasiswa terbaik dunia.
Pendekatan itu berangkat dari pandangan Prabowo mengenai makna keadilan. Menurut Presiden, adil tidak selalu berarti semua orang mendapatkan perlakuan identik. Negara harus memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok.
Anak dari keluarga yang sangat miskin membutuhkan intervensi agar tetap berada di sekolah. Sementara anak dengan kemampuan akademik luar biasa membutuhkan fasilitas dan tantangan yang memungkinkan potensinya berkembang maksimal.
Pendidikan sebagai Jalan Memutus Kemiskinan
Benang merah dari strategi tersebut adalah keyakinan bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen paling kuat untuk memutus kemiskinan antargenerasi.
Seorang anak yang lahir dalam keluarga miskin tidak memilih kondisi ekonomi orang tuanya. Namun, tanpa intervensi, kemiskinan dapat diwariskan karena anak kehilangan akses pendidikan dan akhirnya memasuki pekerjaan dengan produktivitas rendah.
Sekolah Rakyat merupakan intervensi pada ujung paling rentan dari persoalan itu. Negara mengambil sebagian beban keluarga sehingga anak dapat tetap belajar.
Pada saat yang sama, peningkatan kualitas pendidikan umum, digitalisasi dan penguasaan bahasa asing bertujuan membuat lulusan sekolah Indonesia mempunyai kemampuan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja masa depan.
Karena itu, keberhasilan transformasi pendidikan yang dipaparkan Prabowo tidak cukup diukur dari jumlah sekolah yang direnovasi, layar pintar yang dibagikan atau sekolah unggulan yang dibangun. Ukuran akhirnya adalah apakah kualitas belajar meningkat, kesenjangan antarwilayah mengecil, angka putus sekolah turun, lulusan memperoleh pekerjaan produktif dan semakin banyak talenta Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia.
Dengan renovasi 71.744 sekolah, target empat layar pintar pada setiap sekolah, 182 Sekolah Rakyat rintisan, empat SMA Unggul Garuda baru, 42 SMA Garuda Transformasi, lima kampus baru SMA Taruna Nusantara serta peningkatan penerima Beasiswa Garuda menjadi 515 mahasiswa pada 2026, pemerintah sedang membangun sistem pendidikan melalui spektrum yang sangat luas.
Pesan Prabowo di hadapan MPR pun terang: kemiskinan tidak boleh menjadi warisan, tetapi kesempatan harus diwariskan kepada setiap anak Indonesia. Pada saat yang sama, talenta terbaik bangsa harus diberi jalan untuk mencapai standar tertinggi dunia.
Sumber: Pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

