Karhutla Meluas, Pemerintah Tegaskan Belum Ada Keluhan dari Negara Tetangga
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah memastikan belum menerima keluhan dari negara tetangga terkait potensi kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Pemerintah mengklaim terus memperkuat penanganan karhutla agar asap tidak mengganggu negara lain.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago mengatakan, pemerintah menyadari asap karhutla dapat bergerak lintas wilayah. Karena itu, penanganan kebakaran tidak hanya ditujukan untuk memadamkan api, tetapi juga mencegah dampaknya meluas ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
“Asap kita itu bisa ke mana-mana. Jadi kita juga upaya sekeras mungkin supaya tidak mengganggu juga negara lain,” kata Djamari di Kantor Kemenkopolkam, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Menurut Djamari, hingga saat ini pemerintah belum menerima keluhan soal dampak kabut asap dari negara tetangga. Pemerintah juga terus mengingatkan petugas di lapangan agar penanganan karhutla dilakukan secara maksimal.
Baca Juga
Prabowo Instruksikan Penanganan Maksimal Karhutla Akibat El Nino, Kerahkan Berbagai Upaya
“Selama ini sampai dengan hari ini tidak ada itu (keluhan), dan tidak ada. Kita jaga betul supaya tidak,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah mencatat luas lahan yang terbakar di Indonesia telah mencapai lebih dari 107.000 hektare. Pemerintah juga mengerahkan 43 helikopter dan 10-15 pesawat fixed-wing untuk mendukung operasi penanganan karhutla.
Djamari menegaskan penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api dan perlindungan lingkungan. Menurutnya, kemampuan Indonesia mengendalikan karhutla juga menyangkut kesehatan masyarakat sekaligus citra Indonesia di mata dunia.
“Kami menekankan betul kepada rekan-rekan yang ada di lapangan, upaya ini bukan hanya sekadar bagaimana pemadaman api, bagaimana menjaga lingkungan supaya tidak merusak kesehatan,” tutup Djamari.

