Prabowo Akui Butuh Kritik, tetapi Ingatkan Demokrasi Jangan Dibajak Pemodal dan Asing
BOGOR, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah terus berupaya membangun kehidupan demokrasi Indonesia. Untuk itu, Prabowo menyatakan, pemerintah selalu menghormati kritik. Bahkan, Prabowo mengaku membutuhkan kritik untuk menjadi pengingat dan memperbaiki diri.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam amanatnya selaku inspektur upacara peringatan Hari Bhayangkara di Satlat Brimob Polri, Bogor, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga
Prabowo Ingatkan Hukum Jangan Jadi Alat Orang Berduit dan Alat Balas Dendam
"Kita terus membangun kehidupan demokrasi kita. Kita menghormati kritik. Kritik adalah penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita. Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita," kata Prabowo.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan seluruh elemen untuk terus menjaga demokrasi. Jangan sampai demokrasi dibajak oleh orang-orang yang memiliki uang. Prabowo juga mengingatkan jangan sampai demokrasi dirusak oleh kepentingan asing.
"Tetapi keamanan demokrasi juga harus kita jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," kata Prabowo.
Prabowo menghormati perbedaan pandangan di alam demokrasi. Namun, Prabowo menekankan perbadaan pendapat itu jangan berubah menjadi kebencian dan sumber perpecahan.
"Perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi kebencian. Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kita harus berciri nilai-nilai bangsa Indonesia. Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan," kata Prabowo.
Baca Juga
Di HUT Polri, Prabowo Beberkan Berbagai Kejahatan yang Ancam Indonesia
Untuk itu, Prabowo mengajak seluruh elemen untuk menjaga persatuan dan kerukunan. Prabowo juga meminta Polri untuk menjadi penjaga demokrasi yang dewasa. Polri, katanya, harus menjamin setiap warga negara menyampaikan pendapat secara damai dan tetap menegakan hukum dan memelihara ketertiban.
"Kita harus selalu mengutamakan persatuan dan kerukunan di antara kita. Polri harus menjaga, penjaga demokrasi, harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa, menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai, dan pada saat yang sama menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara," tutur Prabowo.

