Prabowo Ingatkan Hukum Jangan Jadi Alat Orang Berduit dan Alat Balas Dendam
BOGOR, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan hukum jangan menjadi alat orang-orang yang memiliki uang. Hukum juga tidak boleh menjadi alat untuk membalas dendam politik dan menjadi alat kepentingan kelompok mana pun.
Peringatan itu disampaikan Prabowo dalam amanatnya selaku inspektur upacara peringatan Hari Bhayangkara atau HUT Polri di Satlat Brimob Polri, Bogor, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga
Di HUT Polri, Prabowo Beberkan Berbagai Kejahatan yang Ancam Indonesia
Kepala Negara mengingatkan, negara Indonesia merupakan negara hukum. Untuk itu, hukum harus ditegakkan, dihormati, dan dihargai.
"Negara kita adalah negara hukum. Karena itu hukum harus kita tegakkan, hukum harus dihormati dan dihargai," katanya.
Ditegaskan, fungsi hukum adalah melindungi rakyat yang lemah dan memberikan rasa aman bagi rakyat yang jujur. Untuk itu, hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
"Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan suatu kelompok mana pun. Tidak boleh ada kriminalisasi. Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang dan tidak boleh ada siapa pun yang kebal terhadap hukum," katanya.
Baca Juga
Prabowo Puji Polri Sudah Bangun 1.000 SPPG Lebih: Dapur-Dapur Terbaik
Prabowo menekankan, rakyat yang paling lemah harus mendapatkan perlindungan. Prabowo juga mengingatkan jajaran Polri untuk memberikan pelayanan yang setara kepada masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan.
"Masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani. Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah harus bertanggung jawab atas perbuatannya," tegasnya.

