Pasar Eropa Jatuh 2,7%, Buntut Tarif ‘Balas Dendam’ Trump
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa ditutup melemah pada Kamis (03/02/2025), setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif perdagangan yang lebih besar dari perkiraan.
Baca Juga
Pasar Eropa Babak Belur Dihantam Tarif Otomotif Trump, Saham Stellantis Anjlok 4%
Dikutip dari CNBC, indeks regional Stoxx 600 berakhir turun sekitar 2,7%. Perusahaan ritel besar dengan rantai pasokan global mengalami kerugian, dengan pengecer pakaian olahraga asal Jerman, Adidas, anjlok 11%.
Raksasa pengiriman Maersk, yang secara luas dianggap sebagai barometer perdagangan dunia, turun 9,5%.
Indeks Stoxx Autos turun 3,9% setelah tarif 25% Trump pada kendaraan impor ke AS mulai berlaku, menambah tarif baru yang sudah ada pada baja dan aluminium.
Sektor lain yang mengalami penurunan tajam termasuk perbankan, yang turun 5,6%, serta teknologi, yang melemah 4,5%. Saham utilitas, yang secara tradisional dianggap sebagai investasi defensif di masa gejolak pasar, naik hampir 3%.
Pada hari Rabu, Trump menandatangani kebijakan tarif timbal balik yang agresif dan luas, dengan rencana menetapkan tarif dasar sebesar 10% secara menyeluruh.
Presiden mengumumkan serangkaian “tarif timbal balik” pada lebih dari 180 negara dan wilayah, termasuk tarif 20% untuk barang yang diimpor dari Uni Eropa dan 10% untuk barang dari Inggris.
Baca Juga
Indeks FTSE 100 Inggris turun 1,6%, sementara indeks CAC 40 Prancis dan DAX Jerman mengalami penurunan lebih dalam masing-masing sebesar 3,3% dan 3,1%.
Pesaing ekonomi terbesar AS, China, dikenai tarif baru sebesar 34%, yang akan ditambahkan ke tarif 20% yang sudah ada pada impor AS dari China, sehingga total tarif efektif mencapai 54%.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menanggapi pengumuman tarif tersebut dengan mengatakan bahwa Uni Eropa sedang mempersiapkan langkah balasan lebih lanjut terhadap tarif AS jika negosiasi gagal.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menanggapi dengan mendesak perusahaan-perusahaan Prancis untuk menunda investasi yang direncanakan di AS, dengan mengatakan bahwa tarif tersebut merupakan guncangan bagi perdagangan internasional.
China pada hari Kamis mengatakan akan mengambil “tindakan balasan yang tegas” terhadap tarif AS itu dan mendesak Washington untuk membatalkan kebijakan tarif sepihak tersebut.
Baca Juga
Perang Dagang Kian Membara Gegara Tarif Baru Trump, Ini Reaksi dari Berbagai Negara
Pound Inggris dan euro sama-sama mencapai level tertinggi enam bulan terhadap dolar AS selama perdagangan pagi. Euro naik 1,8% menjadi $1,1045, sementara pound sterling terakhir terlihat naik 0,8% terhadap dolar AS di $1,3108.
Pengumuman Trump menyebabkan pasar Asia-Pasifik merosot pada hari Rabu, sementara saham AS juga mengalami penurunan tajam.

