Menkomdigi: Pemanfaatan AI untuk Bansos Tepat Sasaran dan Perkuat UMKM
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia harus diarahkan untuk memperkuat ekonomi riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu fokus utama pemerintah adalah digitalisasi bantuan sosial (bansos) berbasis AI serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut dinilai dapat meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sekaligus memperluas manfaat ekonomi digital.
Baca Juga
Pemerintah Perluas Digitalisasi Perlinsos di 42 Kabupaten, Daftar Bansos Cukup Hitungan Menit
Meutya mengatakan digitalisasi bansos ditargetkan menjangkau sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat atau sekitar 50 juta penerima bantuan di seluruh Indonesia.
“Kalau program ini berjalan sesuai rencana, maka ini akan menjadi salah satu program digital inclusion terbesar di kawasan,” ujar Meutya dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, implementasi program telah diuji coba di Kabupaten Banyuwangi. Hasil awal menunjukkan kinerja yang positif sehingga pemerintah bersiap memperluas penerapannya ke berbagai daerah.
Melalui teknologi AI, pemerintah dapat mengelola dan menganalisis data penerima bantuan secara lebih akurat. Sistem tersebut diharapkan mempercepat proses verifikasi, pemutakhiran data, hingga pengambilan keputusan.
“AI membantu pemerintah mengelola dan menganalisis data dengan lebih baik,” kata Meutya.
“Sehingga proses verifikasi, pembaruan data penerima, hingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih akurat,” lanjutnya.
Selain sektor layanan publik, politikus Partai Golkar itu menilai AI akan menjadi pendorong pertumbuhan UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Teknologi digital dinilai mampu membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi dan memperluas akses pasar.
Baca Juga
Untuk Cetak 10 Juta Pengusaha, DPR Sebut Anggaran Kementerian UMKM Perlu Ditambah
Pemerintah memperkirakan ekonomi digital Indonesia dapat mencapai US$ 360 miliar pada 2030. Proyeksi tersebut didukung pertumbuhan e-commerce, tingginya jumlah pengguna internet, serta kontribusi UMKM terhadap aktivitas ekonomi nasional.
“Teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat UMKM, dan memastikan transformasi digital benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh Indonesia,” kata Meutya.

