Hasan Nasbi Dilantik Prabowo sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto melantik mantan PCO Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi dan Media. Pelantikan Hasan Nasbi itu digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Pelantikan Hasan Nasbi tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 53/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi.
Baca Juga
Gantikan M Qodari, Dudung Abdurachman Dilantik Prabowo Jadi KSP
Dalam pelantikan ini, Presiden Prabowo membacakan sumpah jabatan yang diikuti Hasan Nasbi.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ucap Prabowo diikuti Hasan Nasbi.
Selain Hasan Nasbi, Prabowo juga melantik sejumlah menteri dan wakil menteri serta pejabat setingkat menteri. Mereka yakni, M Qodari dilantik sebagai kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Dudung Abdurachman sebagai KSP, Jumhur Hidayat sebagai menteri lingkungan hidup, Hanif Faisol sebagai wakil menteri koordinator bidang pangan, dan Absul Kadir Karding sebagai kepala Badan Karantina Nasional.
Seusai pelantikan, Hasan Nasbi mengatakan akan bekerja sama dengan Qodari dan Bakom serta jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) untuk memperkuat komunikasi pemerintah agar dapat lebih diterima dan dipahami masyarakat. Hasan mengaku akan membantu merumuskan strategi komunikasi pemerintah agar lebih substantif.
Baca Juga
Prabowo Lantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup Gantikan Hanif Faisol
"Termasuk juga mungkin nanti dari pemerintah tentu akan dan harus juga meluruskan hal-hal, berita-berita, pemahaman atau informasi yang tidak benar terhadap pemerintah. Jadi kalau mungkin nanti akan ada di Bakom, ada di Menkomdigi, kita mungkin nanti akan membantu pemerintah dalam soal strategi, dalam soal yang sifatnya mungkin ke substansi," katanya.

