Lapor ke DPR, Menkes: Layanan Kesehatan Aceh-Sumut Sudah Kembali Normal
JAKARTA, investortrust.id -Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memaparkan laporan mengenai kemajuan pemulihan layanan kesehatan di wilayah Aceh dan Sumatera Utara pasca bencana dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI. Menkes menegaskan bahwa proses normalisasi fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas berjalan dengan sangat cepat berkat koordinasi lintas kementerian.
Dalam pemaparannya, Menkes menyoroti kecepatan pemulihan di Sumatera Utara dan Aceh yang menurutnya melampaui ekspektasi awal. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Dalam Negeri, menjadi kunci utama kembalinya fungsi pelayanan publik di daerah terdampak.
"Yang Sumatera Utara kita sampaikan dampaknya bahwa kita termasuk yang paling cepat Pak Mendagri juga bilang ya, kalau semua rumah sakit dari yang terdampak sembilan berhenti beroperasi sama sekali itu dalam waktu dua minggu sudah beroperasi semua," ujar Menkes di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Baca Juga
Kemenkes Terbitkan Aturan Pencantuman Nutri Level pada Makanan Minuman Kemasan, Ini Panduannya
Dalam kesempatan ini, Menkes memberikan apresiasi khusus kepada jajaran internal Kemenkes dan tenaga medis di lapangan yang bekerja tanpa henti. Menurutnya, kondisi fisik fasilitas kesehatan saat hari-hari pertama pasca-bencana sangat memprihatinkan, namun kini kondisi tersebut telah berubah drastis menuju normal.
"Ini teman-teman di Kemenkes dan juga teman-teman Rumah Sakit Adam Malik sudah luar biasa bekerja dengan cepat. Ini kasih contohnya Bapak, Ibu, ruangannya tuh seperti itu semua tuh kondisinya. Saya waktu hari pertama juga ke Padang, hari ketiga juga ke Aceh. Saya sudah ke Aceh mungkin udah lebih dari enam kali gitu ya. Memang sekarang semuanya sudah-sudah kembali normal ya," jelasnya.
Terkait sebaran fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan, Menkes melaporkan bahwa ratusan Puskesmas yang sempat lumpuh total kini sudah kembali melayani masyarakat. Bahkan, beberapa bangunan yang hancur total telah dibangun ulang dengan kualitas yang lebih baik melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Puskesmas juga sama, dari 1.265 Puskesmas yang kena 867, 152 tuh total berhenti beroperasi ya. Sekarang semuanya udah beroperasi dan itu ada dua yang benar-benar secara fisik sudah rubuh kayak di halaman selanjutnya tuh, sekarang sudah dibangun baru," ungkap Menkes.
Baca Juga
Rapat Memanas, Komisi IX DPR Tagih Janji Menkes dan Mensos Soal Nasib 11 Juta Peserta PBI BPJS
Meski demikian, Menkes mengakui masih ada pekerjaan rumah terkait Puskesmas pembantu (pustu). Fokus pemerintah pada tahap awal memang diprioritaskan pada rumah sakit dan puskesmas utama sebelum merapikan ribuan Pustu yang tersebar di berbagai titik.
"Kita masih utang ada pustu. Ya, pustu itu masih ada sekitar tujuh yang hilang kayak puskesmas, yang karena kemarin kita ngejarnya ke rumah sakit sama puskesmas pembantu dulu ya. Dari 2.500 ini yang sekarang sedang kita rapikan. Saya berharap sebelum Juni harusnya udah selesai semua nih 2.522 pustu ya," tambahnya.
Dalam hal pengadaan alat kesehatan, Kemenkes sempat membuka pintu donasi karena proses persetujuan anggaran baru selesai beberapa pekan lalu. Respon masyarakat dan donatur diakui sangat luar biasa, terutama dalam penyediaan armada ambulans untuk operasional di Aceh.
"Ambulans saja kemarin saya nyatet dapat berapa ya Pak Jaya? 39 donasi ambulans langsung kita bagi-bagi ke rumah sakit dan puskesmas di Aceh ya. Dan partisipasi masyarakat ini luar biasa ya. Jadi di selanjutnya ini kita lihat ini adalah nama donatur-donatur kita yang bantu ya. Semua donatur ini kita list, kita langsung map kebutuhannya," tuturnya.
Lebih lanjut, Menkes menjelaskan mengenai pengerahan tenaga kesehatan (nakes) yang masif. Belajar dari bencana ini, Kemenkes kini melakukan transformasi sistem dengan membentuk database relawan nakes yang terorganisir layaknya militer, sehingga siap diterjunkan kapan saja sesuai keahliannya.
"Jadi 6.500 tenaga kesehatan dari 500 organisasi kita kirim ya. Dan ini sifatnya benar-benar sosial. Dan ini sekarang dengan di transformasi pilar ketiganya kita tuh transformasi eh ketahanan kesehatan ini udah di-register. Jadi orang-orang ini seperti tentara di-register. Dia sudah pernah bencana berapa kali? Bencananya banjir saja, pegunungan meletus, apa gempa bumi sudah kita catat dan dia akan dapat tanda penghargaan dari teman-masing kesehatan dan masuk database-nya kita," pungkas Menkes.

