BEI Optimistis ETF Emas Meluncur Kuartal II-2026, Tiga MI Sudah Antre
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas dapat meluncur pada kuartal II-2026. Saat ini, tiga manajer investasi telah menyatakan ketertarikan untuk meluncurkan produk.
"Harusnya kuartal kedua ini (pelucurannya) sudah diluncurkan, kami masih menunggu pengajuan produk oleh manajer investasi. Saat ini sejumlah manajer investasi masih memproses produknya. Harusnya kita optimis kuartal kedua ini bisa terbit," kata Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, (6/4/2026).
Baca Juga
Pada kesempatan terpisah, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengatakan pihaknya tengah merampungkan persiapan peluncuran produk ETF emas.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pendalaman pasar modal domestik sekaligus memperluas alternatif investasi bagi masyarakat.
Hasan mengungkapkan hingga saat ini terdapat sedikitnya tiga calon penerbit ETF emas yang telah menunjukkan minat. Ketiganya sedang menyiapkan produk masing-masing secara paralel dengan mengacu pada pengaturan serta panduan yang telah ditetapkan regulator.
Baca Juga
ETF Emas Dinilai Jadi Alternatif Investasi Modern di Tengah Lonjakan Harga Logam Mulia
"Dari sisi industri, kami telah menerima minat yang konkret setidaknya dari tiga calon penerbit," kata Hasan dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026 secara daring, Senin, (6/4/2026).
Selain kesiapan produk, Hasan menjelaskan bahwa aspek infrastruktur juga terus dipersiapkan. Hal ini mencakup sistem perdagangan, mekanisme penyimpanan aset emas, layanan kustodian, hingga proses pencatatan produk di BEI.
Ia menegaskan pengembangan ETF emas diarahkan untuk memenuhi standar operasional yang setara dengan praktik terbaik global, dengan menitikberatkan pada transparansi harga, keterbukaan informasi likuiditas, serta penguatan perlindungan investor.

