Laba Bertumbuh Kuat di Tengah Pelemahan Pasar Properti, Saham Pakuwon (PWON) Layak Dihargai Segini
JAKARTA, investortrust.id — PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) berhasil mempertahankan pertumbuhan laba kuat di tengah pasar property yang melemah sepanjang tahun lalu. Pertumbuhan tersebut didukung recurring income (pendapatan berulang) yang tetap kuat brsamaan dengan normalisasi kerugian selisih kurs.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PWON dengan target harga Rp 620. Target harga tersebut juga didukung profil pendapatan yang kuat, yaitu sekitar 80% berasal dari pendapatan berulang, terutama dari sewa ruang dan layanan lainnya.
Baca Juga
Pakuwon (PWON) Cetak Kenaikan Laba dan Pendapatan di 2025, Segini Nilainya
Analis Sucor Sekuritas Cheryl Jennifer Wang dalam riset yang diterbitkan beberapa waktu lalu menyebutkan target harga saham tersebut juga mempertimbangkan target kenaikan penjualan property (marketing sales) sebanyak 15% menjadi Rp 1,5 triliun oleh manajemen PWON.
“Target ini dinilai realistis, didukung potensi pemulihan permintaan residensial dari basis rendah serta kontribusi stabil dari segmen high-rise,” tulis riset tersebut.
Target harga saham tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan pendapatan PWON tahun 2026 sebanyak 7% menjadi Rp 7,6 triliun dengan laba bersih relatif stabil di kisaran Rp 2,3 triliun. Pertumbuhan jangka pendek akan ditopang oleh pendapatan berulang dari sewa ruang dan layanan jasa.
Baca Juga
Penjualan Melambat di Semester I, Bagaimana Dampaknya ke Saham Pakuwon Jati (PWON)?
Margin kotor dan margin operasional diperkirakan tetap terjaga masing-masing di level 55% dan 35%. Sementara itu, kinerja laba diproyeksikan meningkat mulai 2027, dengan laba bersih naik menjadi Rp 2,5 triliun (+9% yoy) dan berlanjut ke Rp 2,9 triliun pada 2028, mencerminkan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) sekitar 8% untuk tiga tahun.
Rekomendasi beli saham PWON tersebut juga mempertimbangkan lompatan laba bersih kuartal IV-2025 sebanyak 50% menjadi Rp 620 miliar ditopang pertumbuhan penjualan dan normalisasi kerugian selisih kurs. Pendapatan meningkat 6% menjadi Rp 2,0 triliun
Secara kumulatif, laba bersih sepanjang 2025 mencapai Rp 2,3 triliun atau tumbuh 13% yoy dengan pendapatan naik 7% menjadi Rp 7,1 triliun. Realisasi ini setara dengan 101% dari estimasi Sucor Sekuritas dengan margin laba kotor (GPM) sebesar 55% dan margin laba bersih (NPM) 33%.

