5 MI Antre Terbitkan ETF Emas Syariah, BEI Optimistis POJK Rampung Kuartal I-2025
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait exchange traded fund (ETF) berbasis emas (gold) akan rampung sesuai target pada kuartal I-2025.
Optimisme tersebut disampaikan Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdalloh di tengah perombakan jabatan di OJK dan BEI yang terjadi menyusul surat teguran dari MSCI.
“Saya tidak tahu di OJK, tetapi saya optimistis akan keluar POJK-nya. Karena semua berkas sudah lengkap dan terakhir sudah berada di biro hukum. Jadi pembahasannya sudah selesai, tinggal ketok palu,” ujar Irwan usai mengisi diskusi terbatas dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Shangri-La Hotel Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga
Investor Asing Bukukan Net Sell Rp 1,43 Triliun, Sebaliknya 5 Saham Bank Ini Diburu
Irwan menegaskan, BEI siap memfasilitasi perdagangan ETF Gold Syariah setelah POJK tersebut resmi diterbitkan. Produk investasi ini bahkan telah mengantongi fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sebelum regulasi OJK disahkan.
Dengan terbitnya POJK ETF Gold, regulasi tersebut akan menjadi dasar hukum bagi perdagangan ETF emas, baik konvensional maupun syariah. Oleh karena itu, BEI menilai tidak diperlukan POJK khusus untuk ETF Gold syariah.
“Kami menunggu POJK ETF Gold karena di situ sudah disebutkan bahwa syariah dibolehkan. Jadi tidak perlu lagi ada POJK khusus untuk ETF Gold syariah,” tegas Irwan.
Baca Juga
OJK Angkat Isu Risiko Kripto dan Digital Fraud di Forum Pengawasan Asia Pasifik
Selain kesiapan regulasi, BEI mencatat sudah ada lebih dari lima manajer investasi (MI) yang menunjukkan minat untuk menerbitkan dan memperdagangkan ETF Gold syariah. Minat ini dinilai sejalan dengan meningkatnya perhatian investor terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai.
“Lebih dari lima MI sering berdiskusi dengan kami. Apalagi emas sedang hot. ETF Gold bisa menjadi alternatif untuk mengunci nilai dan melakukan hedging ketika terjadi penurunan harga emas yang signifikan,” jelasnya.
Baca Juga
267 Emiten Belum Penuhi 'Free Float' 15%, BEI Sasar 49 Emiten 'Big Cap'
Optimisme BEI juga ditopang rencana ekspansi produk investasi syariah Indonesia ke pasar global, bertepatan dengan 15 tahun kebangkitan kembali pasar modal syariah sejak 2011. Menurut Irwan, fondasi pasar modal syariah nasional saat ini dinilai sudah cukup kuat untuk mendorong pengembangan produk ke tingkat internasional.
“Momennya bagus karena pertumbuhan Malaysia mulai menurun. Banyak produk yang kami luncurkan untuk ditawarkan ke pasar. Jadi produk di bursa bukan hanya saham,” terangnya.

