Bagikan

BEI Ungkap Alasan Metodologi High Shareholding Saham Tak Dibuka, Jaga Objektivitas Pasar

JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan bahwa metodologi terkait high shareholding concentration (HSC) tidak diungkapkan secara penuh kepada publik guna menjaga objektivitas sebagai regulator.

Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan, apabila seluruh metodologi tersebut dibuka berpotensi memicu pihak tertentu untuk menyesuaikan kondisi agar selaras dengan kriteria yang digunakan.

Baca Juga

Ungkap Kepemilikan Terkonsentrasi, Saham BREN, DSSA, dan RLCO Langsung Anjlok

“Tentu itu tidak kita inginkan, kita ingin ini semuanya berbasis kepada mekanisme pasar yang wajar, mekanisme pasar yang teratur, agar tindakan-tindakan itu semuanya tentu kita lakukan dengan metodologi yang dapat kita pertanggungjawabkan,” kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Jeffrey menegaskan, HSC bukan merupakan bentuk sanksi terhadap saham-saham yang masuk dalam daftar tersebut, melainkan hanya informasi bagi investor mengenai adanya kelompok pemegang saham dengan kepemilikan yang terkonsentrasi.

Sebelumnya, BEI mulai mengungkap saham-saham yang terindikasi memiliki kepemilikan terkonsentrasi tinggi sejak 2 April 2026.

Menurutnya, langkah tersebut diyakini dapat mendorong peningkatan bobot saham Indonesia di mata penyedia indeks global seperti MSCI Inc dan FTSE.

Baca Juga

OJK Ingatkan Masyarakat Waspada Investasi Bodong di Tengah Lonjakan Harga Emas

“Dengan transparansi yang lebih baik, dengan pasar yang lebih dalam, dengan tata kelola yang jauh lebih baik ke depan, kami juga yakin untuk jangka panjang bobot Indonesia akan jauh lebih tinggi dari saat ini,” ujarnya.

Meski demikian, BEI mengakui pengungkapan tersebut berpotensi memicu volatilitas dan tekanan jual dalam jangka pendek, khususnya dari investor asing.

“Secara realistis, kita melihat memang potensi itu untuk jangka pendek ada. Dengan transparansi dan tata kelola yang kita tingkatkan, ada potensi yang membuat indeks global provider untuk sementara menurunkan bobot,” ucap Jeffrey.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024