OJK Genjot Literasi Investasi Aman bagi Mahasiswa UNPAR dan Kenalkan Satgas PASTI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggencarkan literasi keuangan di kalangan generasi muda. Kali ini, sosialisasi program terbaru OJK digelar di hadapan mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), dengan fokus pada pemahaman investasi yang aman dan bertanggung jawab.
Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 Kantor OJK Provinsi Jawa Barat, Herlina Hayati Emmi Sannidia Marpaung, menegaskan pentingnya kesiapan finansial sebelum mahasiswa terjun ke dunia investasi.
Menurut dia, maraknya penawaran investasi saat ini harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang matang.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa sumber keuangan mereka sebagian besar masih berasal dari orang tua. Itu merupakan tabungan yang harus dikelola dengan bijak, termasuk saat ingin berinvestasi,” ujar Herlina dalam Investor Youth Seminar bertema ‘Meraup Cuan dari Saham Energi’ di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, selain memahami kondisi keuangan pribadi, mahasiswa juga harus mampu merencanakan keuangan secara matang. Perencanaan tersebut mencakup pertimbangan apakah investasi yang dilakukan dapat berjalan sesuai tujuan atau justru berpotensi menimbulkan kerugian.
Baca Juga
Investasi Saham PGEO: Keunggulan Panas Bumi sebagai Energi Baseload Jangka Panjang
Dalam kesempatan tersebut, Herlina juga menyoroti maraknya investasi ilegal di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Guna mengatasi hal tersebut, OJK bersama 16 lembaga dan kementerian membentuk Satgas PASTI (Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal).
Satgas itu bertugas mencegah dan memberantas aktivitas keuangan ilegal yang merugikan masyarakat. “Jika masyarakat menemukan aktivitas mencurigakan, dapat langsung melaporkannya melalui kanal resmi Satgas PASTI,” jelas Herlina.
Selain itu, OJK juga mengingatkan ancaman kejahatan digital berupa penipuan atau scam yang dapat menimpa siapa saja. Guna memperkuat perlindungan masyarakat, dibentuk pula Indonesia Anti Scam Center (AISC), yang dapat dimanfaatkan korban untuk melaporkan kasus yang dialami.
Di sektor pasar modal, OJK terus melakukan inovasi dan penguatan. Salah satu langkah strategis yang disosialisasikan adalah hadirnya Bursa Karbon Indonesia sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi berkelanjutan.
Tak hanya itu, OJK juga mendukung pengembangan keuangan berkelanjutan melalui penerbitan taksonomi serta kolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk menghadirkan indeks berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Indeks ini membantu investor menilai perusahaan dari aspek tata kelola, lingkungan, dan sosial,” ungkap Herlina.
Dalam rangka meningkatkan literasi dan integritas pasar, OJK juga menjalankan berbagai program seperti pendalaman pasar, penguatan lembaga keuangan, serta pembaruan regulasi melalui Peraturan OJK (POJK).
“Salah satu yang menjadi perhatian adalah penguatan peran perusahaan efek, termasuk penjamin emisi efek (underwriter), yang kini diwajibkan menyiapkan dokumen audit dalam proses penawaran umum,” pungkasnya.

