IHSG Sesi I Jatuh ke Level 6.971, Saham DSSA dan BREN Jadi Penekan Utama
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (6/4/2026), ditutup melemah 55,78 poin (0,79%) menjadi 6.971. Rentang pergerakan 6.934-7.031 dengan nilai transaksi Rp 6,70 triliun.
Penurunan dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti infrastruktur 1,32%, sektor consumer non primer 1,40%, sektor trasnportasi 1,37%, sektor keuangan 0,72%, dan sektor kesehatan 0,73%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer, industry, energi, dan material dasar.
Baca Juga
Kejatuhan indeks juga dipicu atas pelemahan sejumlah saham big cap, seperti BREN, DSSA, RLCO. Penurunan juga melanda saham MORA, TPIA, ROCK, hingga EMAS.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, seperti saham VOKS melesat 34% menjadi Rp 252, ESIP naik 29,85% menjadi Rp 87, POLA menguat 23,08% menjadi Rp 80, FORE naik 22,48% menjadi Rp 790, dan YPAS menguat 19,42% menjadi Rp 1.660.
Akhir pekan lalu, IHSG anjlok 157,66 poin (2,19%) menjadi 7.026 dengan net sell saham mencapai Rp 813,83 miliar. Terbanyak saham BBRI senilai Rp 219,74 miliar, BMRI sebanyak Rp 205,43 miliar, dan DEWA mencapai Rp 106,62 miliar.
Baca Juga
Ungkap Kepemilikan Terkonsentrasi, Saham BREN, DSSA, dan RLCO Langsung Anjlok
Pelemahan indeks pekan lalu dipicu atas pelemahan hampir seluruh sektor saham, sektor material dasar 4,86%, sektor infrastruktur 3,96%, sektor energi 2,94%, sektor teknologi 2,07%, sektor property 1,57%, dan sektor keuangan 0,72%. Sebaliknya saham sektor consumer primer masih berhasil naik 0,45%.
Tekanan indeks juga datang dari penurunan beberapa saham big cap, seperti BREN, DCII, TPIA, BRPT, AMMN, MORA, CUAN, BYAN, ITMG, hingga PANI dan CBDK.

