Perkuat Posisi Indonesia di Industri Kripto Global, Bursa Kripto ICEx Resmi Meluncur Didukung 11 PAKD
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia Crypto Exchange (ICEx) resmi meluncurkan platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional yang menandai langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia di dalam ekosistem aset keuangan digital global.
ICEx telah memperoleh izin sebagai Penyelenggara Bursa Aset Keuangan Digital termasuk Aset Kripto dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Keputusan Nomor KEP-2/D.07/2026 pada 5 Januari 2026., Kini infrastruktur milik ICEx telah lengkap dengan diperolehnya perizinan bagi International Crypto Custodian (ICC) melalui Surat Keputusan Nomor KEP-11/D.07/2026, dan Crypto Asset Clearing International (CACI) melalui Surat Keputusan Nomor KEP-12/D.07/2026. Dengan demikian, kini ICEx Group telah berizin dan siap beroperasi dalam satu kerangka regulasi terpadu sebagai bagian dari Self-Regulatory Organization (SRO).
Lebih lanjut, dalam operasionalnya, ICEx Group akan dijalankan bersama 11 PAKD utama di Indonesia sebagai anggota resmi, yaitu Triv, Tokocrypto, Indodax, Ajaib Kripto, Reku, Upbit Indonesia, Nanovest, FLOQ, OSL Indonesia, Samuel Kripto Indonesia, dan Mobee Indonesia.
CEO ICEx Grup Pang Xue Kai menjelaskan bahwa bursa kripto ICEx dibangun dengan pendekatan yang berangkat dari kekuatan pasar domestik Indonesia. “Indonesia Crypto Exchange hari ini diluncurkan bersama 11 PAKD dengan dukungan modal sebesar US$ 70 juta atau setara hampir Rp 1,2 triliun. Kami sempat mendiskusikan berbagai opsi penamaan, namun pada akhirnya kami memilih untuk menegaskan asal dan kekuatan yang kami miliki, yaitu Indonesia. Saat ini, Indonesia sedang membangun infrastruktur perdagangan aset kripto berstandar global, dan kami ingin mewujudkannya secara langsung,” ujarnya dalam peluncuran ICEx di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan bahwa ICEx tidak hanya merepresentasikan identitas nasional, tetapi juga membawa ambisi global. “ICEx adalah Indonesia Crypto Exchange. Berakar di Indonesia dan dibangun dengan ambisi global. Ekosistem tidak akan tumbuh hanya dengan menjadi generik, tetapi harus dibangun oleh pelaku yang memahami pasar secara mendalam. Peluncuran ini sangat penting untuk mengambil posisi tentang bagaimana kawasan melihat Indonesia dalam industri aset keuangan digital,” tambahnya.
Baca Juga
ICEX Bursa Kripto Baru Selain CFX Segera Hadir, Ini Harapan OJK dan Eks Pengawas Kripto Bappebti
Infrastruktur Tiga Lapis
Kai menjelaskan, ICEx dibangun dengan struktur tiga lapis yang saling terhubung, mencakup Bursa ICEx sebagai pengatur dan pengawas pasar yang memiliki peran serupa dengan bursa efek seperti IDX atau Nasdaq, Crypto Asset Clearing International (CACI) yang menangani kliring dan penjaminan transaksi, serta International Crypto Custodian (ICC) sebagai pengelola tempat penyimpanan aset keuangan digital dengan standar institusional.
Melalui struktur ini, proses perdagangan, penyelesaian transaksi, hingga penyimpanan aset tidak lagi berjalan terpisah, melainkan dalam satu kerangka yang terintegrasi. Model ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pasar, mengurangi risiko antar pihak, serta meningkatkan kepercayaan pelaku industri dan investor terhadap ekosistem aset keuangan digital Indonesia.
CEO Crypto Asset Clearing International (CACI) Andi Nirwoto menekankan pentingnya fungsi kliring dalam menjaga stabilitas transaksi. “Sebagai lembaga kliring yang menangani proses penyelesaian transaksi dan penjaminan, Crypto Asset Clearing International, CACI, berfungsi penting dalam mengurangi risiko antar pihak serta mendukung terciptanya mekanisme pasar yang lebih stabil dan siap untuk partisipasi institusional. Integrasi fungsi kliring dalam ekosistem ini membantu memitigasi risiko antar pihak dan memastikan proses penyelesaian transaksi berjalan lebih terjamin,” ungkap Andi.
Sementara itu,CEO International Crypto Custodian (ICC) Septiyan Andika Isanta mengungkapkan bahwa peran lembaga penyimpanan aset keuangan digital dalam mendukung keamanan aset keuangan digital menjadi elemen penting guna menjaga dan membangun kepercayaan investor.
“ICC sebagai pengelola penyimpanan aset keuangan digital berstandar institusional menghadirkan infrastruktur yang aman, transparan, dan andal. Kami memastikan perlindungan investor melalui kepatuhan terhadap regulasi serta penerapan standar keamanan internasional. Peran ICC turut mendukung ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan dengan menjaga integritas serta pengelolaan risiko yang baik,” ujar ia.
Baca Juga
Dampak Terhadap Pasar Aset Kripto Nasional
Indonesia sejak lama dikenal sebagai pasar yang memiliki adopsi aset kripto tinggi di tingkat ritel. ICEx merepresentasikan porsi yang signifikan dari total volume transaksi aset kripto nasional, yang dikontribusikan oleh 11 anggota bursa strategisnya. Kehadiran ICEx memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting di kawasan dalam infrastruktur aset kripto berstandar institusional, serta memperkuat daya saingnya di tingkat ASEAN maupun global.
Alih-alih mengadopsi kerangka dari luar, ICEx membangun modelnya sendiri yang khas Indonesia, dikembangkan oleh pelaku industri dalam negeri, dikelola oleh bursa lokal, dan diawasi oleh otoritas nasional, yang dirancang untuk beroperasi dalam skala global.
Dari sisi regulasi, keberadaan ICEx memperjelas hubungan antara pelaku industri dan otoritas, dengan pembagian peran yang lebih kuat dalam satu sistem yang diawasi langsung oleh OJK. Hal tersebut menjadi landasan penting dalam menciptakan kepastian hukum serta meningkatkan kepercayaan pelaku pasar.
Pada sambutannya, Founder dan Chief Executive Officer TRIV Group Gabriel Rey menuturkan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan kepada bursa ICEx. TRIV pun mengaku akan terus mendukung bursa ICEx yang terdiri dari infrastruktur bersama yang kuat secara institusional. Langkah ini memungkinkan grup untuk terus berinovasi dan dalam kerangka regulasi yang jelas.
"Saya yakin ekosistem kripto kita akan terus bertumbuh. Saya juga akan kompetisi exchange bukan lagi dengan sesama exchange namun dengan global, karena kripto is borderless. 20 juta investor lebih di Indonesia bukan angka yang kecil, oleh sebab itu dalam meluncurkan produk baru kita tidak boleh berhenti, tidak boleh puas sampai disini dan ICEx lahir bukan sebagai bursa, tapi sebagai pondasi untuk melahirkan produk baru namun dalam kerangka regulasi yang ketat dan baik. Saya percaya ke depannya kripto di Indonesia akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara," katanya.
ICEx secara resmi diluncurkan pada hari Kamis siang tadi dengan dihadiri oleh lebih dari 350 tamu undangan yang terdiri dari perwakilan pemerintah, jajaran regulator, anggota bursa, dan pemangku kepentingan ekosistem lainnya. Antara lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Artis sekaligus Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Keuangan OJK Adi Budiarso, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Perdagangan dan Luar Negeri di Kadin Indonesia Pahala Mansury, pimpinan Bank Himbara, dan para pelaku industri kripto.

