Laba Wijaya Karya Beton (WTON) Anjlok, DER Membaik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) membukukan laba Rp 40,02 miliar sepanjang tahun 2025, anjlok 38% dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) perseroan membaik signifikan dari 95,15% menjadi 70,66%.
Dalam keterangan resmi yang dirilis Jumat (27/3/2026), kinerja keuangan WTON ditopang pendapatan usaha yang mencapai Rp 3,59 triliun. Sampai akhir 2025, WTON juga mencatatkan kontrak baru senilai Rp 4 triliun. Capaian ini didukung strategi diversifikasi portofolio kontrak yang adaptif.
Sektor infrastruktur menjadi penyumbang terbesar, dengan persentase 55,53%, diikuti sektor industri 17,19%, sektor kelistrikan 11,17%, serta sektor lainnya 16,11%.
Baca Juga
“Diversifikasi tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam menggarap berbagai lini teknis konstruksi secara luas dan berkelanjutan,” jelas manajemen WTON.
Berdasarkan klasifikasi pelanggan, menurut manajemen, perolehan omzet kontrak baru didominasi segmen swasta dengan kontribusi 54,86%, disusul BUMN sebesar 21,65%, kemitraan strategis (KSO/JO) sebesar 18,32%, serta Wijaya Karya (Wika) sebesar 5,17%.
“Besarnya porsi pelanggan swasta mencerminkan kemandirian pasar sekaligus tingginya kepercayaan publik terhadap kualitas produk dan layanan WTON,” papar manajemen.
Manajemen WTON mengungkapkan, di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan, WTON juga berhasil memperkuat fundamental keuangan. Hal ini tercermin pada penurunan total liabilitas sebesar 25,76% menjadi Rp 2,60 triliun dibandingkan posisi 2024 sebesar Rp 3,50 triliun.
Baca Juga
WIKA Beton (WTON) Jadi Pelopor Inovasi Infrastruktur Perkeretaapian di Asia Tenggara
“Penurunan itu terutama didorong pelunasan sebagian utang usaha senilai Rp 548,64 miliar serta berkurangnya utang jangka panjang sebesar Rp 134,32 miliar,” jelas manajemen perseroan.
Berdasarkan kondisi finansial tersebut, struktur permodalan perusahaan menunjukkan hasil positif dengan debt to equity ratio (DER) membaik secara drastis dari 95,15% pada tahun sebelumnya menjadi 70,66%. Selain itu, tingkat likuiditas yang sehat juga ditunjukkan current ratio di level 130,42%, naik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penurunan DER dan kenaikan current ratio ini menegaskan bahwa perusahaan berada pada jalur pertumbuhan yang lebih sehat, efisien, dan memiliki daya tahan finansial yang jauh lebih tangguh,” papar manajemen WTON.

