WIKA Beton (WTON) Jadi Pelopor Inovasi Infrastruktur Perkeretaapian di Asia Tenggara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton), Kuntjara mengungkapkan, WIKA Beton telah menjadi pelopor inovasi infrastruktur perkeretaapian di kawasan Asia Tenggara. Emiten bersandi saham WTON itu telah menempuh langkah-langkah inovatif bagi pengembangan industri beton perkeretaapian di level nasional dan regional.
“Keikutsertaan WIKA Beton dalam RailwayTech Indonesia 2025 adalah salah satu wujud kontribusi perusahaan terhadap pengembangan teknologi transportasi berbasis beton di tingkat regional,” kata Kuntjara saat menjadi pembicara dalam ajang RailwayTech Indonesia 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 29–31 Juli 2025.
Konferensi RailwayTech Indonesia 2025 merupakan forum strategis bagi pelaku industri teknologi, infrastruktur, dan layanan perkeretaapian. Diselenggarakan Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska) dan GEM Indonesia, forum ini diikuti sedikitnya 250 peserta dari 25 negara serta 1.100 perusahaan. Acara ini dikunjungi sekitar 35 ribu orang.
Baca Juga
Menurut Kuntjara, melalui pendekatan kepemimpinan Four Roles of Leadership dari Stephen Covey, pihaknya telah mengakselerasi pertumbuhan WIKA Beton menuju arah yang lebih berkelanjutan.
”Kami telah menempuh langkah-langkah inovatif dan kontribusi perusahaan terhadap pengembangan industri beton nasional,” tutur Kuntjara, dalam keterangan resmi WIKA Beton.
Dia mengemukakan, salah satu bukti konkret kontribusi WIKA Beton adalah keterlibatannya dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang telah melayani lebih dari 200 ribu penumpang dari 154 negara sejak beroperasi pada Oktober 2023.
WIKA Beton, kata Kuntjara, telah memproduksi 14.786 unit slab track setara 49% dari total kebutuhan proyek, serta mengimplementasikan teknologi CTRS III (China Railways Track System III) yang memungkinkan kecepatan kereta mencapai 300 km per jam.
Dia menjelaskan, dalam pengembangan produk, WIKA Beton menawarkan berbagai solusi beton berstandar internasional, seperti ReadyMix Concrete untuk aplikasi perkeretaapian, railway sleeper yang telah lolos uji sejak 1984, dan slab track ballastless untuk kereta berkecepatan tinggi.
“Selain itu, kami menawarkan solusi beton concrete level crossing (CLC) berdesain knock down yang memudahkan instalasi tanpa mengganggu operasional rel,” ujar dia.
Ekspansi global, menurut Kuntjara, juga terus dilakukan WIKA Beton melalui anak usaha, Wika Kobe, produsen tunnel segment pertama di Indonesia dengan standar internasional untuk proyek MRT Jakarta.
Baca Juga
Pendapatan Wika Beton (WTON) Kuartal I-2025 Capai Rp 871,59 Miliar
Tak hanya itu, pada 29 Juli 2025, WIKA Beton ikut serta dalam proyek Metro Manila Subway di Filipina. “Dengan nilai proyek mencapai PHP 488,5 miliar, kolaborasi ini menjadi momentum strategis WIKA Beton dalam menghadirkan solusi infrastruktur bawah tanah berstandar global di kawasan Asia Tenggara,” papar dia.
Kuntjara menegaskan, pihanya menekankan komitmen perseroan terhadap keberlanjutan. WIKA Beton berhasil meraih sertifikasi Environmental Product Declaration (EPD) internasional serta Green Building Council Indonesia (GBCI) Platinum.
“Capaian ini menjadikan WIKA Beton sebagai produsen beton pertama di Indonesia yang mengantongi EPD internasional, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pionir industri hijau di bidang konstruksi beton,” tandas dia.

