Ini Alasan di Balik Merger Moratelindo (MORA) dengan Entitas Dian Swastatika (DSSA)
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemegang saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk atau Moratelindo (MORA) menyetujui rencana merger perseroan dengan PT Eka Mas Republik (EMR) atau MyRepublic Indonesia yang merupakan entitas anak PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Salah satu alasan merger adalah untuk mendukung agenda digital Indonesia dalam percepatan dan pemerataan ekosistem digital di Tanah Air.
Persetujuan merger diperoleh dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan yang diselenggarakan pada Kamis (26/3/2026). Tanggal efektif penggabungan atau legal day one dijadwalkan pada 22 April 2026.
Menurut manajemen, penggabungan Moratelindo dan MyRepublic Indonesia merupakan langkah strategis yang diambil kedua perusahaan guna mendukung agenda digital Indonesia dalam percepatan dan pemerataan ekosistem digital di Tanah Air.
Baca Juga
Rebound IHSG Berlanjut di Sesi II, Saham MORA hingga BRPT masih Jadi Penopang
“Penggabungan ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan sinergi baik dari finansial maupun operasional yang berkelanjutan,” jelas manajemen Moratelindo, Jumat (27/3/2026).
Hal tersebut, menurut manajemen, dilakukan melalui optimalisasi biaya operasional, belanja modal yang lebih efisien, serta memaksimalkan kapasitas dan aset jaringan kedua perusahaan yang bergabung, dari backbone hingga last mile.
“Dengan penggabungan itu, kedua perusahaan akan bersinergi untuk menghadirkan kekuatan jaringan yang saling melengkapi,” papar manajemen Moratelindo.
Baca Juga
Moratelindo (MORA) dan MyRepublic Indonesia Sepakat Merger, Perkuat Ekosistem Digital Nasional
Moratelindo merupakan Penyedia Akses Jaringan (NAP) dan penyedia layanan internet (ISP) berpengalaman sejak tahun 2000, sekaligus salah satu penyedia jaringan tulang punggung telekomunikasi (fiber optic backbone) terbesar di Indonesia.
Per September 2025, Moratelindo memiliki total panjang kabel serat optik lebih dari 57 ribu km dan 6 data center berkapasitas 3,3 megawatt. Sementara itu, MyRepublic Indonesia memiliki lebih dari 16,8 ribu pelanggan enterprise, hampir 1 juta total homepass, dan lebih dari 296 ribu jumlah pelanggan ritel.
MyRepublic Indonesia merupakan penyedia jaringan fiber to the home (FTTH) terdepan di Indonesia. Per September 2025, MyRepublic Indonesia melayani lebih dari 1,52 juta pelanggan ritel dengan layanan internet cepat hingga 1 Gbps, dan memiliki 58 ribu km kabel serat optik dengan lebih dari 8,7 juta homepass.

