Merger Moratelindo (MORA) dan MyRepublic Tuntas
JAKARTA, investortrust.id – PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) resmi berdiri sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi dan layanan fiber to the home (FTTH) terpadu. Entitas baru ini merupakan hasil merger PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) dan PT Eka Mas Republik.
Langkah strategis tersebut memperkuat posisi perusahaan sebagai bagian dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), anak usaha Sinarmas di sektor energi dan infrastruktur digital. MoraRepublic diproyeksikan menjadi pemain utama dalam percepatan transformasi digital nasional.
Presiden Direktur Dian Swastatika (DSSA) L. Krisnan Cahya mengatakan, pembentukan MoraRepublic merupakan komitmen Sinar Mas dalam memperkuat fondasi digital Indonesia.
Baca Juga
Jelang Merger, Moratelindo (MORA) Ungkap Kenaikan Pendapatan dan Laba di Kuartal I-2026
“MoraRepublic adalah langkah penting kami untuk memperkuat fondasi infrastruktur digital Indonesia. Kami melihat kebutuhan konektivitas akan terus tumbuh,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).
Sementara itu, Direktur Utama Ekamas Mora (MORA) Timotius M. Sulaiman menegaskan, penggabungan ini akan meningkatkan kapasitas jaringan dan kualitas layanan bagi pelanggan.
“Dengan resminya MoraRepublic, kami siap menghadirkan jaringan yang lebih unggul, layanan lebih stabil, cepat, dan dengan cakupan yang lebih luas,” jelas Timotius.
Baca Juga
Ini Alasan di Balik Merger Moratelindo (MORA) dengan Entitas Dian Swastatika (DSSA)
Sekadar informasi, MoraRepublic mengawinkan kekuatan dua pemain besar di industri telekomunikasi. Hingga September 2025, Moratelindo memiliki jaringan serat optik lebih dari 57 ribu kilometer, enam data center, dan melayani lebih dari 16,8 ribu pelanggan enterprise.
Sementara itu, MyRepublic Indonesia telah melayani lebih dari 1,52 juta pelanggan ritel, didukung jaringan serat optik sepanjang lebih dari 58 ribu kilometer dan cakupan homepass mencapai 8,7 juta.
Komisaris Utama Independen MoraRepublic, Arsjad Rasjid, menilai penggabungan ini merupakan respons atas kebutuhan konektivitas yang terus meningkat di Indonesia.

