OJK Belum Terima Paket Calon Direksi BEI, Batas Pengajuan 4 Mei 2026
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengungkap bahwa OJK belum menerima paket calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski sejumlah nama calon direksi sudah beredar di pasar.
“Belum (masuk), sama sekali belum ada yang masuk ke OJK. Tapi ya silahkan, artinya mungkin mereka sudah mulai karena waktunya untuk membuat paket calon dan sebagainya masih lama. Kami mempersilahkan sesuai mekanisme pasar dan ini hak prerogatif dari pemegang saham,” kata Hasan saat dikonfirmasi di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, (25/3/2026).
Baca Juga
Diisukan Masuk Paket Direksi BEI, Jeffrey Hendrik : Lanjutkan Program yang Ada
Hasan menuturkan OJK akan memberikan panduan terkait ketentuan pencalonan bagi perusahaan efek selaku pemegang saham BEI pada akhir Maret ini. Panduan tersebut mencakup dasar penilaian kelayakan bagi perusahaan efek dalam mengajukan paket calon, yang mengacu pada data statistik selama satu tahun terakhir hingga akhir Maret.
Selain itu, OJK mengimbau pemegang saham BEI untuk melakukan penelaahan, penelitian, serta pemeriksaan kecakapan terhadap kandidat direksi sebelum diajukan secara resmi.
“Perusahaan-perusahaan efek sebagai pemegang saham wajib melakukan penelaahan, penelitian dan pemeriksaan kecakapan dan properness kemampuan dari masing-masing calon yang mau jadi direktur utama, direktur perdagangan, dan sebagainya. Jadi datang ke OJK itu kami berharap calon-calon yang sudah terseleksi dengan baik dari perusahaan efek,” ujar Hasan.
OJK telah menetapkan batas waktu pengajuan paket calon direksi BEI hingga 4 Mei 2026, mengacu pada Peraturan OJK (POJK) Nomor 58/POJK.04/2016.
Baca Juga
Laba Chandra Asri (TPIA) Melonjak ke US$1,44 Miliar di 2025, Sebaliknya Harga Saham Anjlok
Setelah menerima paket nama calon, tahapan berikutnya adalah pembentukan panitia seleksi (pansel) yang terdiri dari deputi komisioner sektor pasar modal beserta anggotanya.
Sebelumnya, beredar tiga paket nama calon direksi BEI. Pada paket pertama, salah satu nama yang muncul adalah Iding Pardi yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
Paket kedua memuat nama direksi BEI saat ini, termasuk Pejabat sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik serta Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy. Sementara itu, paket ketiga sebagian berasal dari jajaran direksi PT BRI Danareksa Sekuritas, yakni Laksono Widodo dan Fifi Virgantria.

