Amman Mineral (AMMN) Incar Kenaikan Produksi Konsentrat 101% di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menargetkan lompatan produksi konsentrat kering sebanyak 101% menjadi 900.000 ton tahun 2026. Bandingkan dengan realisasi tahun 2025 sebanyak 446.563 ton dan tahun 2024 mencapai 755.083 ton.
Manajemen Amman (AMMN) melalui penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/3/2026), menyebutkan bahwa dari total produksi tersebut, AMMN memperkirakan kandungan mencapai 485 juta pon atau setara 220.000 ton tembaga dan 579.000 ons emas.
Baca Juga
Laba Amman (AMMN) Turun Jadi US$ 258 Juta di 2025, Transisi Ini Jadi Penekan
Manajemen menjelaskan, sekitar 500.000 metrik ton kering konsentrat akan dihasilkan dari pabrik konsentrator yang sudah ada. Sisanya sebanyak 400.000 ton kering sisanya berasal dari pabrik konsentrator baru, tergantung pada kemajuan proses komisioning, seperti ramp-up fasilitas baru, terdapat risiko eksekusi yang melekat.
Di sisi lain, manajemen AMMN menyebutkan, operasi smelter terus menunjukkan perbaikan menjelang akhir 2025 setelah penyelesaian perbaikan. AMMN juga telah memperoleh izin ekspor konsentrat sementara sejak 31 Oktober 2025 dengan kuota 480.000 metrik ton kering yang berlaku selama enam bulan.
“Izin tersebut memberikan fleksibilitas operasional sekaligus menjadi langkah mitigasi apabila proses ramp-up smelter menghadapi tantangan,” tulisnya.
Ke depan, profil produksi konsentrat diperkirakan bervariasi, seiring upaya perusahaan dalam menyeimbangkan produksi konsentrat dengan proses ramp-up smelter. Perseroan menegaskan bahwa menjaga utilisasi smelter tetap stabil menjadi prioritas utama, yang dapat memengaruhi waktu pengelolaan persediaan konsentrat dan penjualan.
Baca Juga
Pada tahap ini, AMMN belum memberikan panduan produksi 2026 untuk katoda tembaga dan emas murni, mengingat fokus utama perusahaan adalah mencapai kinerja smelter yang stabil dan berkelanjutan.
Tahun 2025, AMMN membukukan laba tahun berjalan sebesar US$ 258,03 juta pada 2025. Angkan tersebut menunjukkan penurunan sebanyak 59,78% dari periode sama tahun 2024 yang mencapai US$ 641,67 juta.
Penurunan laba tersebut sejalan dengan turunnya penjualan bersih AMMN menjadi US$ 1,84 miliar pada 2025 dari sebelumnya US$ 2,66 miliar. EBITDA tercatat sebesar US$ 1,057 juta dengan margin 57%, sedangkan laba bersih mencapai US$ 258 juta dengan margin 14%. Laba atribusi kepada pemilik entitas induk juga turun dari US$ 636,89 juta menjadi US$ 249,97 juta.

