BEI Optimistis Jajaran Baru OJK Perkuat Pasar Modal dan Tarik Investor
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut positif pelantikan jajaran baru Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diharapkan mampu memperkuat arah kebijakan sektor jasa keuangan, khususnya pasar modal Indonesia.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan harapan besar terhadap kepemimpinan baru OJK. “Bagus, bagus. Tentu harapan kita sangat besar,” ujarnya saat ditemui di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga
Sah! Ketua Mahkamah Agung Lantik Friderica Widyasari Dewi dan Enam Komisioner Baru OJK
BEI berharap sinergi antara otoritas dan pelaku pasar semakin kuat untuk menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di tengah dinamika global. Dukungan kebijakan yang adaptif juga dinilai penting untuk mempercepat pengembangan instrumen investasi dan memperluas basis investor domestik.
Sebelumnya, Ketua Mahkamah Agung Prof Sunarto melantik tujuh pejabat baru Dewan Komisioner OJK pada Rabu (25/3/2026) pukul 15.00 WIB di Gedung MA, Jakarta Pusat, berdasarkan surat keputusan yang diteken Presiden Prabowo Subianto.
Adapun susunan Dewan Komisioner OJK yang baru meliputi Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua merangkap Anggota, Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Komite Etik dan Anggota, Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon merangkap Anggota.
Baca Juga
Tarif Resiprokal AS Tekan Kinerja Asuransi Marine Cargo, OJK Dorong Penguatan Manajemen Risiko
Selanjutnya, Dicky Kartikoyono sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen merangkap Anggota, Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto merangkap Anggota.
Kemudian, Thomas A.M. Djiwandono sebagai Anggota ex-officio dari Bank Indonesia, serta Juda Agung sebagai Anggota ex-officio dari Kementerian Keuangan.
Pelantikan ini diharapkan membawa arah kebijakan yang lebih progresif bagi sektor jasa keuangan, termasuk pasar modal, guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap industri keuangan nasional.

