OJK Dorong Direksi BEI Perkuat Tata Kelola dan Agenda Strategis Pasar Modal
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) baru periode mendatang untuk memperkuat sejumlah agenda strategis guna meningkatkan kualitas tata kelola serta daya saing pasar modal Indonesia.
Sebagaimana diketahui BEI dijadwalkan melakukan perombakan direksi pada 2026, seiring berakhirnya masa jabatan direksi periode 2022–2026. Pemerintah menaruh perhatian besar terhadap proses regenerasi kepemimpinan BEI, termasuk kualitas tata kelola pasar modal nasional.
Baca Juga
Purbaya Minta Goreng Saham Dihentikan sebelum Demutualisasi BEI
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, membenarkan bahwa pada 2026 akan berlangsung proses pencalonan dan pemilihan Direksi BEI.
“Benar, tahun 2026 nanti akan terdapat proses pencalonan dan juga pemilihan Direksi Bursa Efek Indonesia,” kata Inarno dalam Konferensi Pers RDKB Desember 2025, Jumat (9/1/2026).
OJK berharap proses pemilihan dapat berjalan sesuai prosedur, ketentuan yang berlaku, serta mengedepankan akuntabilitas. Perombakan ini dinilai menjadi momentum penting memperkuat daya saing dan kualitas pasar modal.
Baca Juga
“Harapan kami proses tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur dan juga ketentuan yang berlaku dan juga accountable. Ke depannya terdapat beberapa agenda strategis yang perlu untuk terus diperkuat,” ujarnya.
Inarno memaparkan tiga agenda utama yang perlu diperkuat Direksi BEI berikutnya. Pertama, peningkatan integritas pasar dan perlindungan investor, termasuk pengawasan perdagangan yang lebih efektif untuk memitigasi praktik tidak wajar serta menjaga pasar yang fair dan transparan.
Kedua, pendalaman pasar melalui pengembangan sisi supply dan demand, antara lain melalui produk lighthouse IPO, peningkatan likuiditas melalui free float, serta peningkatan jumlah investor institusi domestik dan global.
Baca Juga
OJK Terima 411.055 Laporan Penipuan Transaksi Keuangan, Kerugian Capai Rp 9 Triliun
Ketiga, penguatan ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber, seiring meningkatnya digitalisasi transaksi dan perdagangan.
“OJK akan terus berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia sebagai mitra strategis untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang semakin dalam, efisien, berintegritas dan juga tangguh,” tutup Inarno.

