Bukalapak (BUKA) Cetak Laba Jumbo Rp 3,14 Triliun, Ini Penyumbang Utama
JAKARTA, investortrust.id – PT Bukalapak Tbk (BUKA) berbalik catatkan laba tahun berjalan jumbo senilai Rp 3,14 triliun pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan rugi bersih Rp 1,54 triliun.
Manajemen BUKA dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/3/2026), menyebutkan bahwa perolehan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan menjadi Rp 6,51 triliun pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 4,46 triliun.
Baca Juga
Emtek (EMTK) Tambah Saham di Bukalapak (BUKA) Rp 674 Miliar, Posisi Pengendali Kian Kokoh
Perolehan laba jumbo tersebut juga didukung atas laba investasi bersih emncapai Rp 2,37 triliun tahun 2025, dibandingkan tahun lalu dengan rugi investasi Rp 1,54 triliun. Alhasil BUKA catatkan laba usaha Rp 2,41 triliun, dibandingkan tahun 2024 dengan rugi usaha Rp 2,51 triliun.
Peningkatan tersebut menjadikan tolta laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat menjadi Rp 3,14 triliun, dibandingkan rugi atribusi tahun lalu Rp 1,54 triliun. Kenaikan tersebut menjadikan laba per saham BUKA menjadi Rp 31,38, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu dengan rugi per saham Rp 15.
Sebelumnya, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek melalui anak usahanya PT Kreatif Media Karya, agresif tambah saham Bukalapak (BUKA) senilai Rp 674,34 miliar. Emtek memborong sebanyak 4,36%.
Baca Juga
Kinerja GoTo Melesat: EBITDA 2025 Lampaui Target, Kenaikan Tahun Ini Dibidik hingga 69%
Manajemen BUKA menyebutkan Kreatif Media Karya menambah sebanyak 4,49 miliar saham BUKA dengan target harga Rp 150. Nilai transaksinya mencapai Rp 674,34 miliar.
Pembelian tersebut dilaksanakan pekan lalu atau pada 19-20 Februari 2026. “Pembelian tersebut bertujuan untuk investasi,” tulisnya.

