Saham BBRI Layak Dibeli dengan Target Harga Rp 4.400, Ini Pertimbangannya
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tetap dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 4.400. Target harga tersebut mempertimbangkan ketahanan bisnis mikro, perbaikan kualitas aset, serta penguatan struktur pendanaan.
Samuel Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa valuasi BBRI saat ini menarik dengan PBV 2026F sekitar 1,6 kali atau diperdagangkan dengan diskon 19% terhadap rata-rata sektor perbankan yang berada di level 2,1 kali PBV. Target harga Rp 4.400 ini mengimplikasikan potensi rerating mendekati sektornya dengan asumsi PBV 2,0 kali. Dengan harga penutupan BBRI level Rp 3.570 kemarin terbuka peluang kenaikan harga lebih dari 23%.
Baca Juga
OJK Sebut Dana SAL Jadi Angin Segar bagi Likuiditas dan Penyaluran Kredit, Ini Kata BRI (BBRI)
Analis Samuel Sekuritas Ahnaf Yassar dan Prasetya Gunadi mengatakan, target harga tersebut menggambarkan kemampuan BBRI untuk mempertahankan return on equity (ROE) di level high-teens secara berkelanjutan. Apalagi manajemen telah mematok target kinerja 2026 dengan pertumbuhan kredit sebesar 7–9% dan net interest margin (NIM) diperkirakan berada pada kisaran 7,4–7,8%, dibandingkan 7,8% pada 2025.
Meski terdapat potensi tekanan margin akibat premi asuransi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang lebih tinggi serta pertumbuhan kredit yang lebih moderat, risiko tersebut dinilai dapat diimbangi oleh penurunan cost of funds, perbaikan komposisi dana murah (CASA), serta normalisasi kualitas aset. Diproyeksikancredit cost berada pada kisaran 2,9–3,2% atau membaik dari tahun 2025 sekitar 3,3%.
Baca Juga
BRI (BBRI) Optimistis Kinerja 2026 Makin Baik, Bidik Pertumbuhan Kredit 9%
Terkait proyeksi kinerja keuangan BBRI di kuartal I-2026, Samuel Sekuritas memprediksi, laba bersih bisa mencapai Rp 14,4 triliun atau turun 6,7% secara kuartalan (QoQ), namun tumbuh 4,2% secara tahunan (YoY). Kinerja tersebut didukung oleh penurunan biaya kredit.
Dari sisi kualitas aset, Samuel Sekuritas memperkirakan, BBRI cenderung semakin stabil pada 2026 dengan rasio non-performing loan (NPL) sekitar 3,0%, seiring perbaikan kualitas kredit mikro. Pada kuartal IV-2025, NPL bruto tercatat 3,1% atau relatif stabil secara kuartalan Perbaikan tersebut mencerminkan proses pembersihan neraca serta penguatan manajemen risiko yang terus berjalan.

