Kinerja Emiten Konsumer hingga Kuartal III Diprediksi Sesuai Target, Sahamnya Layak Dibeli, Kecuali Ini
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan hampir seluruh emiten consumer berhasil pertahankan pertumbuhan penjualan dengan margin stabil hingga kuartal III-2024. Sedangkan rata-rata kenaikan laba bersih emiten sektor ini diproyeksikan mencapai 9% hingga September 2024.
BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya dengan potensi pertumbuhan pendapatan mencapai 4% dan kenaikan laba operasional berkisar 7%, laba bersih emiten sektor consumer diprediksi meningkat sebanyak 9% sampai kuartal III-2024. Angka tersebut sesuai dengan perkiraan BRI Danareksa Sekuritas dan consensus analis.
Baca Juga
Saatnya Berburu Saham Konsumer Jelang Pemerintahan Baru, 10 Saham Ini Pilihan Teratas
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor consumer. Adapun saham pilihan teratas adalah saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) direkomendasikan beli dengan target harga masing-masing Rp 13.400 dan Rp 3.350.
Rekomendasi beli juga diberikan untuk saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan target harga Rp 1.800, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan target harga Rp 8.000, PT Sido Muncul Tbk (SIDO) dengan target Rp 810. Sebaliknya saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) direkomendasikan jual dengan target harga Rp 2.200.
Prospek Saham Emiten Konsumer
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas
“Secara keseluruhan, kami memperkirakan Sebagian besa emiten sektor consumer bisa mencatatkan rata-rata pertumbuhan laba operasional sebanyak 7% hingga September 2024. Angka tersebut setara dengan 75% dari target tahun ini,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Natalian Sutanto dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
PP Properti (PPRO) Gencar Tawarkan Produk Properti, Kali Ini Ikut Expo di Rest Area Jalan Tol Ini
Sedangkan rata-rata pertumbuhan laba bersih diharapkan mencapai 9% hingga September 2024 terdorong penurunan belanja operasional atau setidaknya stabilnya belanja operasional. Namun demikian beberapa emiten consumer masih mencatatkan penurunan margin operasional kuartal III akibat kenaikan harga bahan baku.
Dengan perkiraan kinerja keuangan hingga kuartal III-2024 sesuai dengan target ditambah peluang melesatnya penjualan emiten sektor ini memasuki kuartal IV tahun ini bisa menjadi kesempatan bagi pemodal untuk mulai mengakumulasi saham sektor ini.
Tak hanya itu, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, pertumbuhan kinerja keuangan emiten sektor ini diprediksi berlanjut sampai kuartal I tahun depan menjelang bulan Ramadan.
Grafik Saham Sejumlah Emiten Konsumer

