Laba Tahun Berjalan PIK2 (PANI) Rp 2,04 Triliun di 2025, Pertumbuhan Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2, perusahaan property yang dikendalikan bersama Agung Sedayu dan Salim Group, mencatatkan lompatan laba tahun berjalan sebanyak 61,64% menjadi Rp 2,04 triliun pada 2025, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,26 triliun.
Manajemen PANI dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/3/2026), disebutkan bahwa laba yang dapat diatribusikan menjadi Rp 1,14 triliun pada 2025 atau meningkat 84,10% dari tahun 2024 mencapai Rp 623,91 miliar.
Baca Juga
Tuntaskan Akuisisi CBDK hingga Peluang Masuk MSCI, Saham PIK2 (PANI) Jadi Pilihan?
Peningkatan pesat laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan bersih PANI dari semula Rp 2,83 triliun menjadi Rp 4,31 triliun. Laba kotor juga melambung dari Rp 1,58 triliun menjadi Rp 2,59 triliun.
Pertumbuhan tersebut berimbas terhadap kenaikan laba sebelum pajak penghasilan dari Rp 1,26 triliun menjadi Rp 2,12 triliun. Adapun laba per saham melesat dari Rp 38,78 menjadi Rp 67,79 per saham.
Sepanjang tahun 2025, PANI mencatatkan pra penjualan sebesar Rp 4,3 triliun setara dengan 100% dari target yang ditetapkan. Capaian ini disebut sebagai cerminan ketahanan fundamental bisnis PANI serta efektivitas strategi pengembangan kawasan di tengah dinamika makroekonomi dan penyesuaian siklus industri properti nasional.
Baca Juga
Segmen residensial menjadi kontributor terbesar dengan pra penjualan sebesar Rp 2,0 triliun atau 47%, diikuti oleh kaveling tanah komersial sebesar Rp 1,2 triliun (28%), dan produk komersial sebesar Rp1,07 triliun (25%). Kinerja tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap hunian terintegrasi dan kawasan komersial strategis di PIK2 tetap terjaga, seiring dengan preferensi konsumen yang semakin selektif dan berorientasi pada kualitas.
Sebelumnya, anak usahanya PT Bangun Kosamsi Sukses Tbk (CBDK) melaporkan kenaikan laba tahun berjalan sebanyak 33,97% menjadi Rp 1,46 triliun pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,09 triliun.
Kenaikan tersebut mendorong peningkatan laba atribusi kepada pemilik entitas induk dari Rp 924,75 miliar menjadi Rp 1,36 triliun. Laba per saham juga naik dari Rp 181,25 menjadi Rp 241,45 per saham.

