Tuntaskan Akuisisi CBDK hingga Peluang Masuk MSCI, Saham PIK2 (PANI) Jadi Pilihan?
Poin Penting
|
JAKARTA, investrotrust.id — PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK 2 telah berhasil menuntaskan penambahan saham di PT Bangun Kosambis Sukses Tbk (CBDK). Total saham CBDK yang dikuasai PANI telah bertambah drastic dari semula 45,9% menjadi 87,27% saham.
Penambahan saham tersebut didanai dari hasil penerbitan saham baru dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD III) atau rights issue PANI dengan perolehan dana Rp 15,73 triliun pada pertengahan Desember 2025.
Baca Juga
Sebanyak Rp 15,12 triliun untuk penambahan saham CBDK dan sisanya Rp 600 miliar telah diserap untuk penyertaan saham di PT Panorama Eka Tunggal (PET), PT Cahaya Inti Sentosa (CISN), dan PT Karunia Utama Selaras (KUS).
Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma dalam penjelasan resminya beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa aksi tersebut menjadi langkah signifikan dalam menciptakan sinergi bisnis yang optimal, mengingat CBDK memiliki properti investasi, seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dan Hotel Hilton PIK2 Jakarta yang akan menjadi sumber recurring income untuk PANI. Selain penyertaan atas CBDK, PANI melakukan penyetoran dana ke PET, CISN, dan KUS.
Baca Juga
PIK2 (PANI) Umumkan Jadwal Rights Issue Rp 15,73 Triliun, Simak Jadwal Berikut
Ketiga entitas anak tersebut memiliki lahan yang luas, sehingga dibutuhkan dana untuk mempercepat pengembangan kawasan PIK2, seperti produk The Golf Signature, SOHO Miami, Rukan Lau Pa Sat, dan Padma.”
Potensi MSCI
Sementara itu, dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa dua saham emiten berpotensi masuk dalam MSCI Global Standard bulan ini, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).
PIK2 (PANI) memiliki kapitalisasi pasar US$ 13.345 juta, free float 15,9%, dan nilai penyesuaian free float US$ 2.124 juta. Potensi foreign inflow PANI pun diproyeksikan mencapai US$ 180–300 juta.
Baca Juga
Trump Kembali Ancam Tarif 100% terhadap Kanada, Ini Pemicunya
Potensi masuk MSCI diharapkan menjadi sentimen positif terhadap pergerakan harga saham emiten yang dikendalikan Agung Sedayu Grup dan Salim Grup ini. MSCI bisa meningkatkan minat investor global berinvestasi pdaa saham tersebut.
Hingga September 2026, PANI berhasil membukukan lompatan pendapatan sebanyak 48% menjadi Rp 3,1 triliun. Kenaikan tersebut berimbas terhadap pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 62% menjadi Rp 3,1 triliun.

