Strategi Cipta Saham Unggulan Taklukkan Volatilitas IHSG 2026: Intip Rahasia Sang Fund Manager Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Di tengah dinamika pasar modal yang sering kali memicu kekhawatiran investor, produk reksa dana Cipta Saham Unggulan yang dikelola Ciptadana Asset Management ini berhasil mencuri perhatian.
Bukan sekadar keberuntungan, performa kokoh dan berbagai penghargaan bergengsi yang diraihnya berakar pada filosofi investasi klasik yang diterapkan tanpa kompromi oleh sang Fund Manager Ciptadana Asset Management Andrian Winoto.
Dalam sebuah sesi wawancara eksklusif, Andrian membedah strategi di balik "dapur" pengelolaannya, mulai dari pemilihan saham hingga menjaga psikologi investor di tengah volatilitas pasar 2026.
Baca Juga
Infovesta: AUM Reksa Dana Tembus All Time High Rp 675 Triliun pada Januari 2026
Saat banyak manajer investasi terjebak dalam keriuhan pasar atau Fear of Missing Out (FOMO), Andrian Winoto justru memilih setia pada prinsip fundamental. Fokus utamanya adalah mencari perusahaan dengan harga jauh di bawah nilai wajar (fair value) namun memiliki fundamental sehat.
"Kunci pengelolaan reksa dana kami adalah konsistensi pada filosofi investasi kami, yaitu value investing, dan menerapkannya dengan sangat benar dan tanpa kompromi," ungkap Andrian.
Strategi ini terbukti ampuh. Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berada dalam tekanan pada awal tahun 2026, sektor-sektor saham seperti IT, perbankan, serta Oil & Gas menjadi "jangkar" yang menyelamatkan performa portofolio Cipta Saham Unggulan.
Baca Juga
Investortrust dan Infovesta Anugerahkan Best Mutual Fund 2026 kepada 44 Manajer Investasi
Meski tetap memantau kebijakan moneter global, seperti The Fed, Andrian mengutamakan pendekatan bottom-up, yaitu lebih percaya pada hasil bedah kekuatan perusahaan melalui laporan keuangan yang mendalam.
Dalam menyusun portofolio, Cipta Saham Unggulan cenderung memegang 17 hingga 25 saham. Andrian tidak ragu mengambil posisi besar, jika sudah meyakini fundamental suatu emiten.
Dirinya juga menerapkan batas maksimal investasi hingga 10% pada satu saham. Saat ini, Cipta Saham Unggulan memiliki 5 hingga 7 saham dengan bobot di atas 9% (high conviction). Adapun saham pilihan kombinasi old economy, seperti BDMN, BBRI, BMRI, hingga IT Services seperti ASGR.
Manajemen Risiko
Ketangguhan reksa dana ini juga diuji dari kedisiplinan mengelola risiko. Andrian menjelaskan momen krusial untuk keluar dari suatu posisi, jika saham tersebut mengalami penurunan fundamental setelah terjadi penurunan sekuler yang signifikan. Krisi ekonomi besar dengan melakukan pengurangan bobot pada saham yang paling rapuh atau terdampak langsung.
Guna menjaga likuiditas reksa dana ini, Andrian mengatakan, Ciptadana menjaga likuiditas dengan menyiapkan posisi kas di kisaran 3-5% guna memenuhi kebutuhan penarikan dana investor (redemption) tanpa mengganggu stabilitas portofolio.
Pesan untuk Investor
Bagi investor ritel yang khawatir saat pasar terkoreksi, Andrian memberikan resep pahami fundamentalnya. “Jika perusahaan solid, koreksi harga hanyalah fluktuasi sementara yang kinerjanya akan pulih seiring waktu,” terangnya.
Adapun proyeksi sektor unggulan dalam dua tahun ke depan, yaitu sektor perbankan dan ritel high-end. Investor disarankan berinvestasi dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau mencicil secara bertahap.
"Kesalahan terbesar investor adalah masuk saat kondisi sedang cerah dan harga tinggi, namun tidak berani masuk saat kondisi buruk padahal harga saham sedang murah-murahnya," pungkas Andrian.

