Perbaikan Kinerja hingga Garap AI, Fund Manager Kakap Rajin Akumulasi Saham GOTO
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kian gencar diburu investor kakap global, saat pasar saham Indonesia sedang diterpa aksi dana keluar oleh investor asing hingga memicu penurunan indek Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa pekan terakhir.
Aksi buru pemodal asing ditunjukkan data transaksi asing pada saham GOTO. Bahkan, dalam dua hari ini GOTO tercatat sebagai saham dengan pembelian bersih (net buy) terbesar di BEI, yaitu senilai Rp 37,17 miliar pada Senin dan mencapai Rp 62,71 miliar pada perdagangan kemarin. Sedangkan net buy saham GOTO dalam sebulan terakhir telah mencapai Rp 181,24 miliar
Baca Juga
Sedangkan data Bloomberg menunjukkan beberapa pengelola dana (fund manager) asing memborong saham GOTO. Salah satu yang paling aktif dalam mengakumulasi saham GOTO adalah State Street Corp.
State Street Corp, perusahaan penyedia layanan global yang berbasis di Boston Amerika Serikat, telah mengakumulasi saham GOTO sebanyak hampir 851 juta sejak 25 Oktober 2024.
State Street Corp masuk dalam daftar Top-5 perusahaan investasi global yang memiliki aset kelolaan (Asset Under Management/AUM) sebesar US$ 4 triliun. Pada 2023, State Street Corp menempati posisi ke-4 sebagai perusahaan investasi dengan AUM terbesar di dunia.
Baca Juga
Perusahaan investasi global lain yang juga terpantau rajin membeli saham GOTO adalah BlackRock Inc. Akumulasi saham GOTO oleh BlackRock sejak 25 Oktober 2024 mencapai 284 juta. Dengan total AUM mencapai US$ 10 triliun, BlackRock menduduki posisi pertama sebagai perusahaan investasi dengan AUM terbesar di dunia pada 2023.
Sentimen Positif
Kinerja keuangan yang solid serta didukung dengan inisiatif di bidang teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi sentimen positif penguatan harga saham GOTO.
Pada kuartal III-2024, GOTO mampu mencetak EBITDA grup yang disesuaikan positif sebesar Rp 137 miliar dan menjadi kinerja terbaik kuartalan sepanjang sejarah. Unit bisnis On-Demand Services (ODS) yang lebih dikenal dengan Gojek konsisten catat EBITDA yang disesuaikan positif dalam empat kuartal beruntun.
Sedangkan unit bisnis Financial Technology (fintech) yang juga dikenal sebagai GoTo Financial (GTF) hampir mencatatkan EBITDA yang disesuaikan impas serta diharapkan mampu berbalik positif di kuartal IV-2024.
Baca Juga
GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) Geber Strategi Agar Cetak Profit Tahun Depan
“Untuk fintech, GOTO sebelumnya telah memberikan panduan untuk EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal IV-2024. Nilai pinjaman diharapkan tumbuh 20% yoy menjadi Rp 5-5,5 triliun pada Desember 2024. Pada 2025, nilai pinjaman diharapkan mencapai Rp 8,6 triliun, naik 56-72% yoy. GOTO juga mengharapkan divisi fintech-nya untuk mencatat Rp 200 miliar dalam EBITDA yang disesuaikan pada 2024,” tulis Stevanus Juanda analis UOB Kay Hian Sekuritas dalam laporan riset 18 November 2024.
Setelah melaporkan kinerja keuangan yang solid di kuartal III-2024, GOTO juga menyampaikan sejumlah inisiatif di bidang teknologi. Pada 11 November 2024, GOTO, Alibaba Cloud dan Tencent Cloud resmi mengumumkan kemitraan strategis untuk memperkuat infrastruktur cloud serta mengembangkan talenta digital lokal Indonesia.
Selang tiga hari, GOTO bersama PT Indosat Tbk (ISAT) mengumumkan kerja sama strategis di bidang teknologi kecerdasan buatan dengan meluncurkan platform Large Language Model (LLM) berbahasa Indonesia dan open-source pertama di Tanah Air yang langsung disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Data BEI mengungkap bahwa kenaikan saham GOTO dalam dua hari beruntun pekan ini telah mencapai 15,6%. Harga saham GOTO ditutup naik 8,82% ke Rp 74 pada Selasa (19/11/2024).
Grafik Saham GOTO

