Infovesta: AUM Reksa Dana Tembus All Time High Rp 675 Triliun pada Januari 2026
JAKARTA, investortrust.id – Vice President PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengungkapkan dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) Rp 675 triliun pada Januari 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya di ajang Best Mutual Fund Awards 2026 yang digelar investortrust.id bekerja sama dengan PT Infovesta Utama di Habitare, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Menurut Wawan, capaian ini menjadi titik balik setelah industri sempat mengalami tekanan panjang. Dana kelolaan reksa dana berbasis rupiah sebelumnya sempat menyentuh level terendah pada April 2024 sebesar Rp 476 triliun.
Baca Juga
Investortrust dan Infovesta Anugerahkan Best Mutual Fund 2026 kepada 44 Manajer Investasi
“Di tahun ini kita berhasil berbalik arah sepanjang 2025 dan di Januari 2026 kita mencapai all time high Rp 675 triliun. Artinya, sejak titik terendah di 2024 sampai sekarang, dana kelolaan sudah naik hampir Rp 200 triliun,” ujarnya.
Ia merinci, kenaikan tersebut terutama ditopang reksa dana pendapatan tetap sekitar Rp 100 triliun, pasar uang Rp 50 triliun, serta produk terproteksi Rp 50 triliun.
Wawan menilai lonjakan AUM reksa dana ini menjadi bukti kepercayaan investor yang kembali pulih terhadap pengelola investasi. Ia mendorong para fund manager untuk terus berinovasi agar minat investor semakin meluas ke berbagai jenis produk reksa dana lainnya.
Ke depan, Wawan optimistis tren positif masih berlanjut, khususnya pada produk open-end fund. “Dengan tren yang ada, untuk open end fund kita berharap tahun ini bisa terus all time high, bahkan menembus Rp 800 triliun,” tuturnya.
Baca Juga
AUM Manajer Investasi Tembus Rp 1.000 Triliun, Primus Dorimulu: Selamat Tinggal Era Pertumbuhan 5%
Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan standar penilaian Best Mutual Fund Awards 2026 yang dilakukan secara konsisten. Produk yang dinilai minimal telah berusia satu tahun per 30 Desember 2025 dan memiliki dana kelolaan sekurang-kurangnya Rp 10 miliar, dengan data lengkap, konsisten, dan tanpa anomali.
Penilaian dilakukan menggunakan empat indikator utama, yakni total return dan annualized return untuk mengukur kemampuan menghasilkan alfa, risk adjusted return untuk melihat optimalisasi kinerja terhadap risiko, volatility risk dengan fokus pada downside risk, serta unit growth sebagai proksi tingkat kepercayaan investor melalui subscription dan kinerja pemasaran.
Penghargaan diberikan kepada tiga produk terbaik di masing-masing kategori, mulai dari saham, pendapatan tetap, campuran, pasar uang, indeks ETF, baik denominasi rupiah maupun dolar AS.

