Penjualan Timah (TINS) Januari 2026 Lampaui Target, Ini Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Timah Tbk (TINS) mencaatkan lonjakan kinerja pada Januari 2026, didorong tren kenaikan harga komoditas. Berdasarkan data Trading Economic, harga timah telah melesat lebih dari 34% menjadi US$ 54.434 sepanjang year to date (ytd).
Direktur Produksi dan Komersial Timah Ilhamsyah Mahendra menyampaikan, meski harga timah fluktuatif, arah pergerakan dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren kenaikan. Kondisi ini berdampak langsung terhadap peningkatan penjualan, kinerja operasional, hingga laba bersih perusahaan pada Januari 2026.
Baca Juga
Diprediksi Masuki Fase Lompatan, Saham Timah (TINS) Direvisi Naik ke Level Ini
“Dari sisi penjualan dan kinerja operasi, capaian Januari berada di atas target. Kenaikan harga komoditas juga mendorong pertumbuhan laba bersih yang tumbuh signifikan pada Januari, di atas 100% dari yang kita rencanakan,” terang Ilhamsyah secara tertulis, Jumat (27/2/2026).
Dia berharap, pergerakan harga timah dunia berada di kisaran US$ 45.000 hingga US$ 48.000per ton hingga kuartal I-2026 menjadi katalis utama penguatan kinerja. Meski analis memprediksi harga tetap akan bergerak naik turun, momentum positif ini dinilai perlu dimaksimalkan.
Ilhamsyah menjelaskan, penguatan harga timah tidak terlepas dari faktor fundamental global. Permintaan dari sektor teknologi seperti artificial intelligence (AI), semikonduktor, dan pembangunan data center meningkat pesat dalam dua tahun terakhir.
Baca Juga
Dipimpin Timah (TINS) dan Antam (ANTM), Emiten MIND ID Menutup 2025 dengan Kinerja Kuat
Di sisi lain, pertumbuhan pasokan disebut-sebut relatif stagnan sehingga menciptakan defisit antara permintaan dan pasokan. "Dari sisi supply juga tidak ada pertumbuhan yang pesat atau signifikan. Jadi defisit demand-nya tumbuh cukup pesat, sedangkan supply agak stagnan. Ini membuat salah satu key drivers bahwa harga tumbuh cukup signifikan," jelasnya.
Situasi ini menjadi satu pendorong utama harga timah naik signifikan di pasar global, sekaligus mendorong kinerja produsen timah seperti Timah (TINS).
Tahun ini, Timah (TINS) menargetkan produksi 30.000 metrik ton timah. Namun Ilham membeberkan, perusahaan akan melakukan langkah agresif dengan melakukan berbagai inisiatif strategi, seperti optimalisasi teknologi, peningkatan efisiensi, hingga penguatan kolaborasi internal dan eksternal.
Baca Juga
"Kami cukup optimistis karena selain tren harga yang positif, konsolidasi internal dan juga komunikasi dengan stakeholders, utamanya dari sisi regulasi ini jauh lebih baik, sehingga semua sisi mendukung kinerja operasional perseroan," sambungnya.
Dengan kombinasi tren harga yang positif, strategi operasional yang lebih agresif, serta dukungan regulasi yang semakin membaik, manajemen optimistis 2026 akan menjadi tahun yang kuat bagi perseroan.
"Ini yang membuat kita confidence memandang 2026 ini jadi tahun yang akan cukup baik untuk kami," tutupnya.

