IHSG Sesi I Tergerus 0,31%, Adapun Saham BNBR dan WMUU Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (27/2/2026), ditutup melemah 25,93 poin (0,31%) menjadi 8.209,33. Rentang pergerakan 8.093-8.235 dengan nilai transaksi Rp 10,10 triliun.
Penuruann tersebut dipicu kejatuhan saham big cap, seperti DSSA, UNTR, TKIM, TPIA, BRPT, dan ASII. Penurunan juga dipicu kejatuhan sejumlah saham big cap lainnya, seperti PTRO, PGUN, RATU, RAJA, dan BUVA.
Baca Juga
Saham Bakrie & Brothers (BNBR) Mendadak Terbang 25%, Labanya Ternyata Naik Jadi Segini
Adapun sektor saham dengan penurunan sepanjang sesi I, yaitu saham sektor keuangan turun 0,79%, sektor energi 0,20%, sektor properti 0,23%, sektor transportasi 1,53%, sektor infrastruktur 0,64%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industri, konsumer primer, dan konsumer non primer.
Meski IHSG melemah, beberapa saham berikut catatkan kenaikan harga pesat, seperti saham BNBR naik 24,22% menjadi Rp 200, WMUU menguat 19,48% menjadi Rp 92, MBTO menguat 14,18% menjadi Rp 153, DNAR naik 13,77% menjadi Rp 157, dan TOOL menguat 13,70% menjadi Rp 83.
Kemarin, IHSG ditutup tergerus sebanyak 86,97 poin (1,05%) menjadi 8.235 dengan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 341,25 miliar oleh investor asing. Net buy terbanyak disumbangkan saham NCKL senilai Rp 648,20 miliar, IMPC senilai Rp 274,41 miliar, dan BBRI mencapai Rp 172,28 miliar.
Baca Juga
Ketidakpastian Global Bayangi Pergerakan Rupiah Pagi Ini Jadi Segini
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor transportasi 4,54%, konsumer primer turun 2,59%, sektor infrastruktur 2,41%, sektor energi 2,13%, dan sektor properti 2,10%.
Meski IHSG anjlok, beberapa saham berikut catatkan kenaikan harga pesat, MSKY menguat 34,62% menjadi Rp 105, JAYA naik 34,57% menjadi Rp 218, IFSH menguat 25% menjadi Rp 2.000, dan STAR naik 24,41% menjadi Rp 790, dan TKIM melesat 19,67% menjadi Rp 10950.

