Net Buy Berlanjut Rp 341,25 Miliar, Asing Borong Saham NCKL hingga BBRI
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing melanjutkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 341,25 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/2/2026), ditutup tergerus sebanyak 86,97 poin (1,05%) menjadi 8.235.
Net buy terbanyak melanda saham NCKL senilai Rp 648,20 miliar, IMPC senilai Rp 274,41 miliar, BBRI mencapai Rp 172,28 miliar, BUMI mencapai Rp 171 miliar, dan CBDK senilai Rp 166,17 miliar.
Baca Juga
Intip Kinerja Laba Bank-Bank Himbara di 2025, Siapa yang Paling Melesat?
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell), yaitu saham BNBR sebanyak Rp 431,85 miliar, BBCA Rp 149,65 miliar, INKP Rp 104,80 miliar, dan BUVA mencapai Rp 104,41 miliar.
Terkait penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor transportasi 4,54%, konsumer primer turun 2,59%, sektor infrastruktur 2,41%, sektor energi 2,13%, dan sektor properti 2,10%.
Tekanan indeks datang dari kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti PTRO, PANI, RAJA, RATU, UNTR, MORA, BUVA, SOHO, hingga PGUN. Penurunan juga dipicu pelemahan saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BRPT dan CDIA.
Baca Juga
Perkuat Modal dan Daya Saing, OJK Restui Penggabungan Empat BPR
Meski IHSG anjlok, beberapa saham berikut catatkan kenaikan harga pesat, MSKY menguat 34,62% menjadi Rp 105, JAYA naik 34,57% menjadi Rp 218, IFSH menguat 25% menjadi Rp 2.000, dan STAR naik 24,41% menjadi Rp 790, dan TKIM melesat 19,67% menjadi Rp 10950. Meski tak ARA, saham ini melesat DIVA naik 27,61% menjadi Rp 208.
Kemarin, IHSG ditutup naik 41,4 poin (0,50%) menjadi 8.322. Penguatan ini didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor industri 2,21%, sektor konsumer primer 2,71%, sektor kesehatan 2,73%, sektor material dasar 1,03%, dan sektor energi 1,06%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan, teknologi, dan transportasi.

