Bagikan

Harga Bitcoin Masih Betah di Zona Merah, Sinyal 'Crypto Winter' Kian Menguat

Poin Penting

Harga Bitcoin bergerak di kisaran US$64.000, namun masih turun hampir 50% dari rekor tertinggi US$126.000 pada Oktober 2025.
Data Coinglass menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mengalami arus keluar bersih selama lima pekan berturut-turut dengan total sekitar US$4 miliar.
Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, menilai area US$60.000–65.000 sebagai zona pertahanan kunci.

JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin (BTC) pada perdagangan Rabu (25/2/2026) pagi waktu Asia mengalami sedikit pemulihan meski masih berada di zona merah. BTC pagi ini berada di rentang posisi US$ 64.000-an dan masih 1,43% dalam sehari, dari posisi US$ 62.600-an pada 24 Februari malam waktu Asia. Level tersebut menandakan penurunan hampir 50% dari rekor tertinggi US$ 126.000 yang dicapai pada 6 Oktober 2025. Penurunan ini memperdalam tekanan di pasar kripto dan memunculkan kekhawatiran bahwa siklus bullish sebelumnya telah berakhir.

Koreksi tajam ini terjadi setelah periode euforia ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat yang mendorong harga ke rekor tertinggi pada Oktober lalu. Namun sejak awal 2026, tekanan jual meningkat di tengah minimnya katalis positif dan ketidakpastian makro global.

Data Coinglass menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih selama lima pekan berturut-turut, dengan total penarikan sekitar US$4 miliar. iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menyumbang lebih dari US$ 2 miliar dari total outflow tersebut. Meski demikian, total arus masuk bersih sejak peluncuran ETF pada Januari 2024 masih berada di kisaran US$54 miliar, dengan aset kelolaan sekitar US$85 miliar, menandakan investor jangka panjang belum sepenuhnya meninggalkan pasar.

Baca Juga

Bitcoin Jatuh Makin Dalam ke US$ 62.900-an, Tarif Trump dan Isu Iran Picu Gelombang Likuidasi Ratusan Juta Dolar

Indeks Crypto Fear & Greed pun sempat berada di level 5 (extreme fear), level terendah sepanjang sejarah, mencerminkan tekanan psikologis yang sangat tinggi di kalangan pelaku pasar. Namun begitu kini sudah berada di 11 meski masih di kategori extreme fear.

Tekanan juga datang dari dinamika kebijakan perdagangan AS. Setelah Mahkamah Agung membatalkan sebagian tarif impor berbasis IEEPA, Presiden Donald Trump merespons dengan tarif baru sebesar 15% berdasarkan Undang-Undang Perdagangan 1974. Ketidakpastian kebijakan ini kembali memicu volatilitas di pasar global, termasuk kripto.

Analyst Reku Fahmi Almuttaqin, menilai bahwa pasar saat ini berada di titik krusial secara teknikal maupun psikologis. “Area US$ 60.000-65.000 menjadi zona pertahanan yang sangat penting. Jika level US$60.000 ditembus dengan tekanan volume signifikan, pasar berpotensi memasuki fase ketidakpastian baru. Namun kondisi extreme fear seperti saat ini juga sering kali berdekatan dengan fase akhir kapitulasi,” ujar Fahmi dalam risetnya dikutip Rabu (25/2/2026).

Baca Juga

Michael Saylor dan Vitalik Buterin Beda Pendapat Soal Ancaman Kuantum di Tengah Pelemahan Bitcoin

Secara historis, fase crypto winter sebelumnya ditandai dengan penurunan 70-80% dari puncak harga. Jika pola tersebut kembali terulang, skenario ekstrem dapat membawa Bitcoin ke kisaran US$ 25.000-38.000. Namun berbeda dengan siklus sebelumnya, partisipasi institusional dan integrasi kripto ke dalam sistem keuangan tradisional kini jauh lebih besar.

“Meski tekanan harga signifikan, struktur industri kripto hari ini berbeda dibandingkan 2018 atau 2022. Leverage spekulatif telah banyak tersapu, dan pasar berpotensi memasuki fase konsolidasi di rentang US$ 60.000-75.000 sebelum menentukan arah siklus berikutnya,” tambah Fahmi.

Ke depan, arah pasar kripto akan sangat ditentukan oleh perkembangan data ekonomi AS, termasuk laporan ketenagakerjaan dan dinamika inflasi yang kini kembali ke kisaran 3% secara tahunan. Ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi dalam beberapa waktu mendatang.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024