Net Buy Jumbo Rp 2,20 Triliun, Asing Akhirnya mulai Borong Saham BBRI, BBCA, dan BMRI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham bernilai jumbo mencapai Rp 2,20 triliun, seiring dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/8/2025), sebanyak 185,78 poin (2,44%) menjadi 7.791.70. Bahkan, IHSG intraday sempat menembus level 7.800,32 dengan nilai transaksi hari ini mencapai Rp 18,05 triliun.
Net buy terbanyak melanda saham bank papan atas ini, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 718,25 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 576,12 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 511,51 miliar. Net buy juga melanda saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 343,88 miliar dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) senilai Rp 130,45 miliar.
Baca Juga
Perjanjian IP-CEPA Diteken, Produk Sawit Bebas Tarif Masuk Peru
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbesar melanda PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 75,21 miliar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 45,78 miliar, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp 42,01 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 37,66 miliar, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 31,77 miliar.
Penyumbang utama kenaikan tersebut berasal dari penguatan saham DCII sebanyak 9,99% menjadi Rp 278.250, BREN naik 2,29% menjadi Rp 8.950, BBCA menguat 3,51% menjadi Rp 8.850, BBRI naik 6,30% menjadi Rp 4.050, BMRI menguat 4,03% menjadi Rp 4.910, dan BBNI melesat 3,81% menjadi Rp 4.360. Penguatan juga didukung kenaikan sejumlah saham emiten Sinarmas, seperti DSSA, INKP, dan TKIM dan saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, CUAN, dan CDIA.
Sektor penyumbang utama kenaikan tersebut adalah sektor teknologi dengan penguatan 5,52%. Disusup saham sektor keuangan 2,91%, industru melesat 5,01%, infrastruktur naik 1,99%, energi 0,92%, dan sektor kesehatan naik 0,99%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar dan properti.
Di tengah lompatan tersebut, empat saham berikut cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) melesat 34,78% menjadi Rp 186, PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) naik 34,62% menjadi Rp 105, PT PP Presisi Tbk (PPRE) naik 34,18% menjadi Rp 106, dan PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) naik 34% menjadi Rp 67.
ARA juga melanda saham PT Impack Pratama Tbk (IMPC) naik 25% menjadi Rp 825, PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) naik 24,81% menjadi Rp 830, dan PT Pakuan Tbk (UANG) naik 24,77% menjadi Rp 272. ARA juga melanda saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) sebanyak 19,96% menjadi Rp 61.900. Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda saham NRCA melemah 14,71% menjadi Rp 725, BEEF melemah 10,59% menjadi Rp 304, CTBN melemah 9,92% menjadi Rp 5.450, PPRI turun 9,60% menjadi Rp 226, dan CMNT melemah 9,34% menjadi Rp 825, dan TIFA turun 8,85% menjadi Rp 412.

