Harga Saham EMAS Melesat Lebih dari 3 Kali dalam Lima Bulan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Tepat pukul 11.33 WIB, Senin (23/02/2026), harga saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berada di level Rp 8.700, naik 10,12% di hari yang sama. Sedangkan dihitung sejak IPO saham lima bulan, 23 September 2025, harga saham emiten berkode EMAS itu melesat lebih dari 3 kali atau 202%. Investor yang berinvestasi Rp 1 miliar kini nilai sahamnya sudah melesat menjadi Rp 3,02 miliar atau mengantungi capital gain Rp 2,02 miliar!
Sedangkan pada penutupan perdagangan hari ini, saham EMAS naik Rp 500 (6,33%) menjadi Rp 8.400. Dengan harga tertinggi intraday Rp 8.700, nilai kapitalisasi saham EMAS mencapai Rp 140,76 triliun. Sejumlah analis memperkirakan, harga saham EMAS masih terus merangkak naik karena produksi emas lebih cepat dari perkiraan semula. Selain itu, EMAS akan listing di Bursa Hongkong.
Baca Juga
Usai Cetak Rekor Baru, Saham Merdeka Gold (EMAS) kini Menuju Resistance Rp 9.375
Emiten tambang emas afiliasi Grup Saratoga–Garibaldi Thohir (Boy Thohir), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), resmi mencatatkan tonggak penting dengan melakukan first gold pour atau penuangan emas perdana di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, pada 14 Februari 2026. Pencapaian ini menandai dimulainya produksi emas komersial dan terealisasi lebih cepat dari target awal yang diproyeksikan pada akhir kuartal I-2026. Prestasi ini memicu sentimen positif terhadap saham ini.
First gold pour tersebut menghasilkan doré bullion melalui proses pelindian heap leach yang dilanjutkan dengan pemulihan emas menggunakan fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR). Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyatakan pencapaian ini merupakan langkah strategis yang menandai keberhasilan perseroan bertransisi dari tahap pengembangan proyek menuju operasi komersial. “Beroperasinya Tambang Emas Pani menjadi fondasi bagi peningkatan kapasitas produksi ke tahap berikutnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/2).
Tambang Emas Pani dikembangkan setelah entitas anak PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melalui PT Merdeka Emas Pani menuntaskan akuisisi aset pada 2020. Pada fase awal, metode heap leach ditargetkan menghasilkan sekitar 110.000–115.000 ounce emas pada tahun pertama, lebih tinggi dari proyeksi awal 80.000 ounce untuk 2026. Tambang ini memiliki cadangan bijih sekitar 4,8 juta ounce emas dengan estimasi sumber daya mineral lebih dari 7 juta ounce emas, memperkuat prospek jangka panjang proyek tersebut.
Seiring dimulainya produksi awal, EMAS mempercepat pembangunan fasilitas Carbon-In-Leach (CIL) berkapasitas 12 juta ton bijih per tahun. Pekerjaan earthwork telah dimulai sejak awal 2026, lebih cepat dari rencana semula pada 2027. Fasilitas CIL ditargetkan rampung pada 2028—lebih cepat dibandingkan rencana sebelumnya yang terbagi dalam dua tahap hingga 2032. Dengan percepatan ini, perseroan menargetkan potensi produksi sekitar 500.000 ounce emas per tahun dapat dicapai pada 2029.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Tuntaskan First Gold Pour di Tambang Pani Lebih Cepat, Produksi Resmi Dimulai
Di sisi korporasi, EMAS juga menjadi sorotan pasar setelah muncul kabar rencana penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Hong Kong. Berdasarkan laporan Bloomberg dan IFR, perseroan disebut telah menunjuk sejumlah bank investasi global seperti CITIC Securities Co., Morgan Stanley, dan UBS Group AG untuk menangani rencana tersebut. Isu ini memicu kenaikan harga saham EMAS hingga sekitar 36,86% dalam sebulan terakhir.
Meski demikian, manajemen belum memberikan konfirmasi resmi terkait jumlah saham yang akan dilepas, target pendanaan, maupun jadwal pelaksanaan IPO. Sebelumnya, EMAS telah lebih dulu mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 23 September 2025 dan sempat menyentuh auto reject atas (ARA) pada hari pertama perdagangan.
Apabila IPO di Hong Kong terealisasi, langkah tersebut akan menjadi salah satu transaksi lintas batas yang relatif jarang bagi perusahaan non-Cina. Apalagi, pada 2023, Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd. telah menandatangani kesepakatan dengan Bursa Efek Indonesia untuk menjajaki peluang pencatatan silang di kedua bursa.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Percepat Pengembangan Proyek Emas Pani, Tingkatkan Kapasitas Heap Leach
Dengan dimulainya produksi komersial di Pani dan potensi ekspansi pendanaan global, EMAS memasuki fase baru pertumbuhan. Kombinasi percepatan proyek, peningkatan kapasitas produksi, dan akses pasar modal internasional menjadi faktor kunci yang akan menentukan kinerja perseroan dalam beberapa tahun ke depan, di tengah dinamika harga emas global dan kebutuhan pembiayaan proyek tambang berskala besar.
Harga saham emiten tambang emas umumnya bergerak searah dengan harga emas dunia. Ketika harga emas menanjak, pendapatan dan margin produsen emas meningkat karena setiap ounce yang dijual menghasilkan nilai lebih tinggi sementara biaya produksi relatif tetap. Kenaikan proyeksi laba tersebut langsung tercermin dalam valuasi saham, mengingat pasar bersifat forward looking dan merespons ekspektasi kinerja ke depan.
Efeknya bahkan bisa lebih besar karena adanya operating leverage. Dalam industri tambang, struktur biaya tetap yang tinggi membuat lonjakan harga emas berdampak signifikan terhadap laba bersih. Kenaikan harga emas 10% bisa mendorong pertumbuhan laba jauh di atas angka tersebut. Inilah sebabnya saham tambang emas seperti PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) atau PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kerap bergerak lebih agresif dibanding harga emas itu sendiri.
Namun, pergerakan saham emas tidak semata ditentukan oleh harga komoditas. Faktor internal seperti peningkatan produksi, efisiensi biaya, ekspansi proyek, hingga aksi korporasi juga memengaruhi sentimen pasar. Dengan demikian, meskipun reli harga emas menjadi katalis utama, kinerja operasional dan strategi bisnis perusahaan tetap menjadi penentu arah saham dalam jangka menengah dan panjang.

