Saham Merdeka Gold (EMAS) Tembus Rekor Baru, Topang Lompatan IHSG Hari Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) kembali mencatatkan penguatan signifikan ke level tertinggi baru pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/2/2026). Bahkan, saham EMAS sempat menyentuh level Rp 8.700.
Data BEI menunjukkan saham EMAS ditutup menguat Rp 625 atau 7,91% menjadi Rp 8.525 pada sesi I hari ini. Kenaikan ini turut menopang lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 112,28 poin (1,36%) menjadi 8.384. Penguatan tersebut mendorong kapitalisasi pasar (market cap) EMAS naik menjadi Rp 137,93 triliun.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Tuntaskan First Gold Pour di Tambang Pani Lebih Cepat, Produksi Resmi Dimulai
Dengan level penutupan Rp 8.525, harga saham EMAS telah melesat sekitar 196% dari harga IPO Rp 2.880 pada 23 September 2025. Sepanjang sesi I hari ini, EMAS juga memimpin penguatan saham-saham sektor emas.
Penguatan saham didorong sejumlah sentimen positif, terutama keberhasilan Merdeka Gold melaksanakan first gold pour atau penuangan emas perdana di Tambang Emas Pani, Pohuwato, Gorontalo pada 14 Februari 2026. Realisasi ini tercapai pada pertengahan kuartal I-2026, lebih cepat dari target sebelumnya di akhir kuartal I-2026.
Penuangan emas perdana yang menghasilkan dore bullion menandai dimulainya produksi emas komersial di Tambang Pani. Doré bullion diperoleh melalui proses pelindian (heap leach) yang dilanjutkan dengan pemulihan emas melalui fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR).
Keberhasilan ini menjadi fase krusial setelah perseroan menuntaskan seluruh tahapan pengembangan sejak mengakuisisi aset tersebut pada 2020. Pada tahap awal operasional, tambang mengandalkan metode heap leach dengan target produksi sekitar 110.000–115.000 ounces emas pada tahun pertama, melampaui rencana awal 80.000 ounces untuk 2026.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Percepat Pengembangan Proyek Emas Pani, Tingkatkan Kapasitas Heap Leach
Tambang Pani beroperasi dengan sistem tambang terbuka (open pit), memiliki cadangan bijih sekitar 4,8 juta ounces emas dan estimasi sumber daya mineral lebih dari 7 juta ounces emas. Dengan kapasitas tersebut, proyek ini dinilai sebagai salah satu tambang emas primer yang prospektif di Indonesia.
Presiden Direktur EMAS Boyke Poerbaya Abidin sebelumnya menyatakan first gold pour di Tambang Pani merupakan langkah strategis bagi perseroan dan Grup Merdeka.
“First gold pour ini merupakan milestone penting yang menandai keberhasilan EMAS bertransisi dari tahap pengembangan proyek menuju operasi emas komersial. Pencapaian ini diraih lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya kami sampaikan kepada publik, mencerminkan disiplin eksekusi proyek dan kesiapan operasional yang solid. Beroperasinya Tambang Emas Pani juga menjadi fondasi bagi peningkatan kapasitas produksi ke tahap berikutnya,” ujar Boyke.

