Gelar Buy Back Saham, BFI Finance (BFIN) Siapkan Rp 100 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) menganggarkan dana senilai Rp 100 miliar untuk program pembelian kembali (buy back) saham. Total saham yang bakal dibeli tak melebihi 1% dari total seluruh saham.
Buy back akan digelar selama tiga bulan terhitung sejak 23 Februari 2026. Bertindak sebagai broker pelaksana buy back saham adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia. Sedangkan pendanaan bersumber dar kas internal, bukan dari pinjaman.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Melemah 0,16%, Sebaliknya Saham URBN hingga TALF Perkasa
Manajemen BFIN dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/2/2026), menyebutkan bahwa buy back tak akan menggerus free float saham perseroan. Diproyeksikan free float tetap berada di atas 40% setelah program pembelian kembali saham dilaksanakan.
Manajemen BFIN menyebutkan bahwa buy back ini bertujuan untuk menjaga stabilitas perdagangan saham BFIN di bursa efek saat kondisi volatilitas tinggi. Aksi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham perseroan.
Baca Juga
Antisipasi Serangan Siber, BFI (BFIN) Anggarkan Rp 300 Miliar 'Capex' IT
Aksi ini, terang manajamen BFIN, tidak akan berdampak signifikan terhadap operasional, kinerja keuangan, struktur permodalan, maupun tingkat likuiditas perseroan. Apalagi BFIN saat ini tengah berada dalam posisi likuiditas yang kuat dan memiliki arus kas yang mencukupi untuk mendukung kelangsungan kegiatan operasionalnya.
Hingga September 2025, BFIN membukukan asset senilai Rp 25,42 triliun. Ekuitas senilai Rp 10,89 triliun. Laba bersih juga telah mencapai Rp 1,16 triliun.

