S&P Lanjutkan Rebalancing Maret 2026, Jadi Sinyal Positif Arus Dana Asing
JAKARTA, investortrust.id – Di tengah dinamika pasar global, terdapat sentimen positif bagi pasar modal Indonesia setelah S&P tetap melanjutkan rebalancing untuk periode Maret 2026. Sikap ini berbeda dibandingkan MSCI dan FTSE.
Investment Specialist PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI) Ahmad Faris Mu’tashim menilai keputusan tersebut menjadi sinyal awal potensi kembalinya arus dana asing ke pasar saham domestik.
Ia mengatakan, dibandingkan saat pandemi, investor domestik saat ini dinilai lebih siap menghadapi volatilitas karena memiliki pemahaman pasar yang lebih baik.
Baca Juga
BEI Apresiasi Dukungan FTSE Russell, Penundaan Evaluasi Saham Bukan Terkait Klasifikasi Indonesia
“Jika dibandingkan dengan investor domestik yang baru masuk ke pasar saham pada saat pandemi, kami rasa saat ini sudah mulai memiliki pengetahuan dasar yang lebih memadai karena banyaknya informasi dari platform sosial media ataupun sarana yang disediakan sekuritas,” ujar Ahmad Faris kepada media, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut terlihat saat terjadi pelemahan pasar beberapa waktu lalu. Banyak investor domestik masih memiliki alokasi dana tunai untuk melakukan akumulasi di harga rendah sehingga IHSG mampu rebound dengan ditopang aliran dana domestik, baik dari investor individu maupun institusi.
Dalam satu tahun terakhir, partisipasi pasar juga disebut lebih dominan diisi investor domestik. Meski demikian, ia mengakui pergerakan IHSG secara historis masih sangat dipengaruhi arus dana asing.
Baca Juga
Usai Pertemuan dengan MSCI, BEI Siapkan Daftar Saham Pemegang Terkonsentrasi
“Namun, isu MSCI dan FTSE merupakan isu struktural dan teknis yang akan kembali pulih jika institusi tersebut merevisi outlook-nya karena perbaikan birokrasi,” jelasnya.
Dari sisi sektoral, peluang dinilai terbuka pada saham batu bara dan oil and gas yang mendapat sentimen positif dari pemotongan RKAB Kementerian ESDM sebesar 34%, serta target pemerintah menaikkan lifting hingga 1 juta barel per hari sampai 2029.
Guna rekomendasi saham, ia menyebut PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan target Rp328 serta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan target harga Rp1.795.

