Bursa RI Kebanjiran Dana Asing Usai Rebalancing MSCI, Target IHSG 8.000 Terbuka dengan Saham Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/8/2025), sebanyak 185,77 poin atau 2,44% ke level 7.791,70 ditopang dua faktor dari dalam dan luar negeri. Tren penguatan tersebut diprediksi berlanjut hingga menembus rekor tertinggi baru (all time high/ATH) sepanjang masa, bahkan bisa menembus level 8.000 jelang HUT RI ke-80 akhir pekan ini.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengungkapkan, kenaikan signifikan indeks hari ini didorong kombinasi sentimen global dan domestik, mulai dari kabar positif perpanjangan gencatan tarif antara Amerika Serikat dan China selama 90 hari, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, hingga derasnya arus dana asing pasca rebalancing indeks MSCI.
Baca Juga
Net Buy Jumbo Rp 2,20 Triliun, Asing Akhirnya mulai Borong Saham BBRI, BBCA, dan BMRI
Lompatan tersebut juga didukung derasnya aliran dana (net buy) saham oleh investor asing mencapai Rp 2,28 triliun dengan fokus pembelian saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBRI Rp 718 miliar, BBCA Rp 569 miliar, dan BMRI Rp 511 miliar.
Bahkan, Indonesia menjadi negara dengan aliran dana paling besar setelah MSCI Global Standard Index melakukan rebalancing dengan memasukkan saham DSSA, CUAN, hingga PTRO. Berdasarkan data dana asing telah mengalir ke Indonesia senilai US$ 1,17 miliar, mengungguli aliran dana ke China US$ 298 juta dan India US$ 110 juta terhitung sejak pengumuman rebalancing MSCI pekan lalu.
“Fenomena ini memperlihatkan bahwa semakin banyak saham Indonesia yang masuk indeks global, semakin besar pula peluang masuknya modal asing yang dapat menopang reli IHSG,” ujar Hendra saat dihubungi investortrust.id Selasa, (12/8/2025).
Saham Pilihan
Dari sisi teknikal, menurut Hendra IHSG kini berada dalam fase bullish kuat dengan support terdekat di MA5 7.626. Ia memproyeksikan resistance terdekat berada di 7.806–7.911, dan jika mampu ditembus, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju harmonic resistance di kisaran 8.174–8.354 yang bertepatan dengan upper channel jangka panjang. Momentum positif ini masih mendapat dukungan dari stabilnya nilai tukar rupiah di kisaran Rp 16.280 per dolar AS serta penguatan mayoritas bursa global.
Baca Juga
BRI Danareksa Sekuritas Revisi Naik Target IHSG ke 7.960, Lima Saham Dipimpin BBCA Pilihan Teratas
Untuk perdagangan Rabu (13/8/2025) Hendra melihat peluang penguatan IHSG masih terbuka, terutama jika aliran dana asing berlanjut. “Namun, investor perlu mengantisipasi potensi aksi ambil untung menjelang resistance all time high,” imbuhnya.
Selain itu, Hendra mengatakan fokus pergerakan masih akan tertuju pada saham perbankan big cap yang menjadi magnet dana asing, seperti BBRI dengan target Rp 4.230, BBCA dengan target Rp 9.125, dan BMRI dengan target Rp 5.200, serta saham-saham yang mendapat sentimen positif sektoral seperti PTRO spec buy dengan target 4.000, ADRO buy dengan target Rp 2.000) dan WIRG buy dengan target Rp 150.
“Secara keseluruhan, selama IHSG bertahan di atas 7.750, tren penguatan jangka pendek hingga target psikologis 8.000 tetap terjaga, dengan catatan waspada jika muncul guncangan sentimen global yang dapat memicu volatilitas pasar,” pungkasnya.

