Bitcoin Tembus US$ 70.000 di Tengah Pasar yang Masih Dibayangi Ketakutan Ekstrem
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bitcoin (BTC) kembali menembus level psikologis US$ 70.000, pulih dari penurunan tajam mendekati US$ 60.000 pada awal bulan. Kenaikan ini terjadi di tengah meredanya inflasi Amerika Serikat dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga acuan.
Data terbaru menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS Januari naik 2,4% secara tahunan (year on year), lebih rendah dari perkiraan 2,5%. Angka tersebut memicu optimisme bahwa bank sentral AS berpotensi memangkas suku bunga lebih cepat dari proyeksi sebelumnya, sehingga meningkatkan daya tarik aset berisiko seperti saham dan kripto.
Di pasar prediksi, peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada April meningkat. Platform Kalshi mencatat probabilitas naik menjadi 26% dari 19% di awal pekan. Sementara di Polymarket, peluang meningkat dari 13% menjadi 20%.
Namun demikian, reli harga belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan sentimen. Indeks Ketakutan & Keserakahan Kripto masih berada di zona “ketakutan ekstrem”, level yang terakhir terlihat saat pasar bearish 2022 menyusul runtuhnya FTX. Analis mencatat kerugian terealisasi Bitcoin mencapai US$ 8,7 miliar dalam sepekan terakhir terbesar sejak dampak kolapsnya Three Arrows Capital (3AC).
Baca Juga
Jelang Rilis Inflasi AS, Koin Kripto Papan Atas Masih Lesu dan Bitcoin Turun di Bawah US$ 66.000
Perusahaan manajemen aset kripto Bitwise Asset Management menyebut kondisi ini sebagai peristiwa kapitulasi klasik, di mana terjadi rotasi kepemilikan dari investor lemah ke pemegang yang lebih kuat. Meski demikian, analis Bitwise Danny Nelson menilai ketakutan masih menjadi penggerak utama pasar, dengan banyak investor memanfaatkan reli sebagai momentum jual.
Menilik data Coinmarketcap, Minggu (15/2/2026) pukul 15.45 WIB, BTC kembali menguat dan diperdagangkan di level US$ 70.308,44 atau naik 0,84% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar US$ 1,4 triliun.
Dalam periode yang sama, volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar US$ 41,71 miliar atau melonjak 12,46%, mencerminkan peningkatan aktivitas transaksi di tengah pergerakan harga yang cenderung menguat. Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar berada di kisaran 2,95%, menunjukkan likuiditas yang tetap terjaga.
Baca Juga
Platform Media Sosial Elon Musk 'X' Siap Hadirkan Perdagangan Saham dan Kripto
Dari sisi fundamental suplai, total pasokan Bitcoin saat ini tercatat 19,98 juta BTC dengan suplai maksimum dibatasi 21 juta BTC. Sementara itu, kepemilikan yang beredar (circulating supply) juga berada di angka 19,98 juta BTC, mendekati batas maksimal yang telah ditetapkan dalam protokolnya.
Secara intraday, grafik pergerakan harga menunjukkan volatilitas moderat dengan kisaran pergerakan antara US$ 69.280 hingga di atas US$ 70.500 sebelum kembali stabil di sekitar US$ 70.300. Tren penguatan ini memperlihatkan upaya Bitcoin bertahan di atas level psikologis US$ 70.000 di tengah dinamika pasar aset digital global.
Kenaikan volume dan stabilisasi harga di atas US$ 70.000 dinilai menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dalam membaca arah pergerakan selanjutnya, terutama di tengah sentimen makroekonomi global yang masih berfluktuasi.

