Ethereum Tertekan di Kisaran US$ 2.800-an, Ketakutan Ekstrem dan Tekanan Teknis Membayangi Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Ethereum (ETH) masih berada dalam tekanan kuat dan diperdagangkan di kisaran US$ 2.800-an, seiring sentimen pasar kripto yang dikuasai ketakutan ekstrem. Tekanan jual agresif dalam beberapa hari terakhir membuat koin nomor dua terbesar secara kapitalisasi pasar itu bergerak jauh di bawah level teknis penting.
Menilik data Coinmarketcap, Senin (26/1/2026) pukul 09.25 WIB, Ethereum berada di US$ 2.874 tercatat melemah 2,58% dalam sehari dan turun 10,39% secara mingguan. Meski sempat menunjukkan upaya pemulihan jangka pendek, indikator teknikal utama masih mengindikasikan risiko lanjutan di tengah volatilitas pasar yang tinggi.
Baca Juga
Analis Bloomberg Ungkap Ethereum Sulit Tembus US$ 4.000, Justru Berpotensi Jatuh ke US$ 2.000
Sentimen pasar kripto tercermin dari Indeks Ketakutan dan Keserakahan sempat berada di level 25 atau zona ketakutan ekstrem. Volatilitas Ethereum tercatat sebesar 4,23%, menandakan pergerakan harga yang masih labil. Sementara itu, indikator RSI 14 hari berada di level 38,66, mendekati area oversold, yang menunjukkan tekanan jual mulai melambat namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.
Dilansir dari ETHNews, Senin (26/1/2026) dari sisi tren, Ethereum masih diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan utama. SMA 50 hari berada di level US$ 3.076, sedangkan SMA 200 hari di US$ 3.507. Selama ETH belum mampu menembus area tersebut, tren penurunan dinilai masih dominan.
Baca Juga
Tarif Trump Bayangi Pasar Kripto, Bagaimana Dampaknya pada Bitcoin dan Ethereum di Awal 2026?
Aksi harga menunjukkan ETH kehilangan level psikologis US$ 3.000, yang memicu penurunan tajam hingga ke zona US$ 2.800. Lonjakan volume saat koreksi mengindikasikan distribusi yang kuat. Meski terdapat potensi kenaikan menuju area US$ 3.283 atau sekitar 12%, penguatan tersebut membutuhkan perubahan momentum yang signifikan serta pemulihan area resistensi terdekat.

