IHSG Akhirnya Ditutup Anjlok 2,08%, Sebaliknya Saham NZIA dan LION Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/2/2026), ditutup melemah sebanyak 168,62 poin (2,08%) menjadi 7.935. Rentang pergerakan 7.861-8.103 dengan nilai transaksi Rp 17,04 triliun.
Pelemahan indeks kali ini dipicu berita negatif dari Moody’s yang menurunkan outlook Indonesia dari stable menjadi negative, meski demikian peringkat utang masih tetap dipertahankan Baa2 atau investment grade. Penurunan dipicu atas kejatuhan saham-saham bip cap, khususnya saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu.
Baca Juga
BI Catat Devisa Januari 2026 Alami Penurunan, Sebagian untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
Pelemahan paling tajam dicatatkan saham sektor consumer primer 5,11%, sektor industry 4,51%, sektor energi 3,25%, sektor material dasar 3,01%, sektor property 2,11%, dan sektor infrastruktur 2,95%. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor 0,53%.
Meski ditutup melemah, sejumlah saham berikut masih catatkan kenaikan harga pesat, seperti saham-saham lapis tiga NZIA menguat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,78% menjadi Rp 248, LION naik 24,49% menjadi Rp 605, ELPI menguat 24,09% menjadi Rp 1.700, KJEN naik 28,47% menjadi Rp 185, dan INAI naik 23,16% menjadi Rp 226.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 42,84 poin (0,53%) menjadi 8.103. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham sebanyak Rp 469,74 miliar, terbanyak ANTM Rp 178,51 miliar, MDKA senilai Rp 114,40 miliar, BUMI mencapai Rp 108,59 miliar.
Baca Juga
Total Pembiayaan BSI (BRIS) Melesat 14,49% Jadi Rp 318,8 Triliun di 2025
Penurunan ini dipengaruhi atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor industry 1,35%, sektor energi 1,20%, sektor teknologi 1,19%, sektor infrastruktur 1,23%, sektor consumer primer 0,99%, sektor property 0,84%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer non primer 0,79%.
Meski IHSG turun, saham berikut catatkan penguatan pesat, seperti saham CTTH menguat 34,48% menjadi Rp 117, NZIA menguat 34,31% menjadi Rp 184, KOCI naik 33,77% menjadi Rp 206, BUKK naik 25% menjadi Rp 1.650, LION naik 24,62% menjadi Rp 486, dan FITT menguat 24,30% menjadi Rp 665. Meski tak ARA, PPRE melesat 31,33% menjadi Rp 218.

