Direksi Rukun Raharja (RAJA) Borong Saham Saat Harga Anjlok, Harga bakal Rebound?
JAKARTA, investortrust.id – Dua direksi PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) memborong saham perseroan dari pasar saat harga tengah tertekan dalam. Aksi tersebut membuat keduanya merogoh dana hingga miliaran rupiah.
Pembelian dilakukan Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi, yang mengakumulasi 400 ribu saham dengan harga pelaksanaan Rp 4.999 per saham pada 27 Januari 2026. Dalam transaksi tersebut, Djauhar menggelontorkan dana hampir Rp 2 miliar.
Baca Juga
Trump Ancam Pemimpin Iran, Harga Minyak Melambung di Atas 3%
Dengan aksi itu, kepemilikan saham RAJA oleh Djauhar meningkat dari sebelumnya 4,9 juta saham menjadi 5,3 juta saham, atau setara 0,13% dari total saham perseroan.
Aksi serupa juga dilakukan Direktur RAJA, Ogi Rulino. Ia membeli sebanyak 300 ribu saham dengan harga pelaksanaan Rp 4.999 per saham. Pembelian dengan tujuan investasi ini menelan dana sekitar Rp 1,5 miliar.
Setelah transaksi tersebut, total kepemilikan saham RAJA oleh Ogi bertambah dari semula 1,95 juta saham menjadi 2,25 juta saham, atau setara 0,05%.
Baca Juga
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham RAJA tercatat mengalami penurunan tajam hampir 40% menjadi Rp 3.930 dalam sebulan terakhir. Tekanan terhadap harga saham emiten yang dikendalikan Happy Hapsoro ini bahkan semakin dalam sepanjang sepekan terakhir.
Sebelumnya, manajemen RAJA telah mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan anggaran sebesar Rp 250 miliar. Aksi tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas harga saham perseroan.
Buyback akan dilakukan selama tiga bulan, yakni mulai 29 Januari hingga 28 April 2026. Saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham treasury. “Dana buyback berasal dari kas internal, sehingga tidak menimbulkan tambahan utang maupun biaya dana,” tulis manajemen dalam pengumuman tersebut.

